Sabtu, 27 September 2008

Khofifah Sentuh Maskin dengan Sembako







JEMBER – Ratusan Massa mayoritas terdiri dari kalangan Perempuan kemarin berkumpul di kediaman H Saifullah Halim Desa Wringinagung Kecamatan Jombang – Jember untuk menerima paket sembako sebagai tali asih dari duet calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa – Mujiono. Meskipun tokoh perempuan yang mencalonkan diri sebagai Gubernur itu tidak bisa hadir ditengah masyarakat miskin yang sedang antri itu, tetapi sambutan mereka Nampak luar biasa terhadap Khofifah. Apalagi, bingkisan berisi sembako dan mie instan itu terbungkus tas mungil bergambar pasangan Kaji-manteb. “Sejak awal, saya suka dengan Khofifah, apalagi dapat ini, makin mantap,”ujar salah satu dari mereka sambil menunjukkan tas mungilnya.
Informasi dari panitia, sembako yang dibagikan kepada masyarakat miskin itu adalah paket khusus kepada masyarakat kurang mampu. “Cuma jumlahnya hanya 500 paket. Tetapi kami berharap ini menjadi salah satu bukti bahwa Khofifah adalah tokoh yang peduli kepada kaum Miskin,”kata Khusnatun, ketua panitia pembagian sembako disela acara pembagian.
Khusna menjelaskan, pembagian paket dari Khofifah yang dikelola pihaknya tidak hanya Sembako. Tetapi ada yang berupa kaos, Sarung dan Busana Muslim pria serta tali asih lainnya. Pembagian berbagai paket bingkisan lebaran itu menuurut Khusna tidak diberikan bersamaan dengan pembagian sembako. “Paket yang lain juga kami bagikan, tetapi tidak disini,”terangnya.
Pembagian paket lain itu dilakukan ditempat lain sesuai dengan peruntukan. “Misalnya, kami membagikan sarung kepada para guru ngaji. Khusus yang ini, kami mengantarkan ke rumah masing-masing. Tidak kami hadirkan kesini. Kalau disini, pasti akan ribet karena tidak imbang antara jumlah barang dengan permintaan,”tambah Khusna.
Pantauan Duta, pembagian paket bingkisan dari pasangan Kaji-Manteb kemarin berlangsung di beberapa tempat. Di Susun teko’an Tanggul Kulon juga berlangsung pembagian bingkisan lebaran berupa sarung Kaji-Manteb kepada masyarakat setempat. Sementara, di pasar Tanggul, juga dilakukan penyapaan terhadap kalangan para ibu dengan memberikan bingkisan tali asih. “Tukang becak juga kami beri kok. Selain sembako, kami juga berikan rokok dari pasangan Kaji Manteb,”ujar Khusna menjelaskan.
Lebih jauh Khusna menyatakan, pihaknya akan terus berusaha melakukan penggalangan massa untuk memberikan jalan lempang bagi pasangan Kaji agar perolehan suara pada Pilgub putaran II nanti bisa bertambah. Targetnya adalah kemenangan yang bisa mengantarkan Kaji menempati posisi Gubernur Jawa Timur periode 2008 – 2013 mendatang.
“Makanya, paket yang dikirimkan kepada kami tidak langsung kami berikan sekaligus kepada setiap penerima. Tetapi kami bagi agar cakupan massa yang tersentuh bisa semakin banyak. Alhamdulillah, masyarakat bisa menerima dengan penuh suka cita,”ungkap Khusna yang juga aktifis Fatayat NU Cabang kencong itu.(hh)
Selengkapnya.....

Selasa, 23 September 2008

maskimalkan Dukungan, Khofifah Sowan Mustasyar PBNU di Jember




Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kemarin (23/09) datang secara khusus ke Jember untuk sowan kepada Mustasyar dan sesupuh NU, KH Muchit Muzadi di kediamannya jalan Kalimatan. Ketua Umum Muslimat itu sengaja menemui kakak kandung Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi itu untuk meminta restu dan nasehat terkait pencalonannya sebagai Gubernur Jatim periode 2008-2013 mendatang.
Kepada Mbah Muchit, pasangan Mujiono itu membeberkan konsep pembangunan Jawa Timur ke depan jika dirinya ditakdirkan menjadi pemimpin Jatim. Menurutnya, pembangunan di Jawa Timur tidak bias sepenuhnya bersandar hanya pada APBD. Sebab selama ini APBD Jatim tidak bisa mencukupi kebutuhan. “Sementara, APBN untuk Jawa Timur hanya 0,5 persen saja. Jadi sangat tidak cukup,”ujarnya.
Wanita berjilbab itu menyatakan keyakinannya bahwa APBD Jawa Timur sesungguhnya bisa didapat sebanyak 15 kali lipat dari yang ada sekarang. Hanya saja, untuk mencapai kelipatan itu, diperlukan langkah setrategis dan negoisasi yang cukup.
Khofifah berjanji, jika dirinya dipercaya memimpin Jawa Timur akan berbuat maksimal terutama dalam memperkuat jaringan dan negosiator agar bisa mendapatkan kucuran APBN yang lebih proporsional untuk menggerakkan pembangunan di Jatim.
"Kalau melihat ritme pembangunan Jatim sekarang dengan proporsi APBD, maka diperlukan negoisasi lewat departemen. Nah, sekarang ini tidak ada yang kesana dan APBD bisa diujung tanduk," katanya.
Kedatangan Khofifah ke Jember menurut dia dilakukan langsung setelah melakukan kunjungan dari Surabaya , Bangil-Pasuruan untuk menemui dan menyapa masyarakat dan sejumlah tokoh berpengaruh. "Konsentrasi kita sekarang ini harus memaksimalkan dukungan dan penyapaan pada masyarakat secara spesifik," ujarnya.
Dalam pemilihan gubernur putaran kedua ini dia membeber ada tambahan dukungan sekitar lima partai politik yang sudah positif bergabung. "Soal saksi juga akan kita konsolidasikan lagi. Kalau pimpinan partai seperti Golkar, PDIP dan PKB smpai sekarang sudah memberikan lampu hijau," katanya.
Khofifah juga menyinggung persoalan internal KPUD Jatim yang menurutnya lebih ada perpanjangan masa jabatan dengan pertimbangan kinerja KPUD Jatim maupun daerah yang sangat berat.
Sedangkan Mbah Muchit Muzadi bersama isterinya menyambut hangat kedatangan Khofifah bersama sejumlah pengurus Muslimat NU tersebut. "Mulai muda, dia memang sudah sering ke sini. Pada saat masih jadi menteri, dia juga sudah pernah ke sini. Karwo pernah ke sini, Akbar Tanjung pernah, Ridwan Hisjam pernah, saya kedatangan tamu segala macam," kata Mbah Muchit.
Disinggung soal apakah akan memberikan restu atau tidak terhadap Khofifah, Mbach Muchit malah bertanya, "Alasan apa kalau tidak merestui ? Mugo-mugo jadilah," ujarnya.
Dia menambahkan, dua calon gubernur putaran kedua sudah jelas, yakni dari kader NU dan non-NU. Dingatkan bahwa ada kader NU yang jadi calon wagub yakni Saifullah Yusuf, Muchit menanggapi ringan, "Lomba gubernur dengan lomba wakil gubernur lain." Meski tanpa menyebut nama Gus Ipul, Mbah Muchit mengatakan, bahwa ada kader NU dari Ansor yang juga maju dalam pemilihan gubernur dan posisinya sebagai calon wakil gubernur.
Namun yang bersangkutan tidak pernah sowan kepadanya. "Nanti kalau saya doakan, malah doa saya ditolak, makanya saya nggak minta," katanya.
Dia juga berpesan agar berdoa, berikhtiar, dan bertawakal. Program hidup seseorang dirancang dalam doa, diupayakan melalui ikhtiar. "Kalau berhasil jangan sombong dan kalau gagal tidak frustasi," katanya. (hh)
Selengkapnya.....

Minggu, 21 September 2008

Sosialisasi Maksimal Untuk Tangkal Flu Burung




Pemerintah Kabupaten Jember juga sedang gencar melakukan sosialisasi bahaya Avian Influenza yang sangat berbahaya. Tindakan ini dilakukan menyusul warning dari WHO yang menyebut Indonesia menduduki peringkat tertinggi penyebaran penyakit yang lazim disebut Flu Burung itu.

Bentuk sosialisasi yang dilakukan adalah penyadaran kepada masyarakat tentang resiko besar dari penyakit yang disebabkan oleh wabah virus H5N1 itu. Selain sosialisasi dengan menggelar berbagai pertemuan, pemerintah juga melakukan inspeksi ke berbagai tempat penampungan ternak untuk menjamin kepastian sehat atau tidaknya.

“Sosialisasi dan koordinasi koordinasi tentang Avian Influenza dengan instansi terkait terus kami upayakan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat akan virus mematikan ini”, kata Diah Kuswardani, Kasi Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Jember, saat membuka Pertemuan Koordinasi dan Review Avian Influenza, di Aula Bakti Husada Dinas Kesehatan, akhir pekan lalu.

Sejauh ini, kata Diah, Dinas Kesehatan bersama Dinas Peternakan dan Perikanan telah melakukan monitoring unggas yang mati secara mendadak sejak tahun 2006 pada 16 kecamatan (16 desa/kelurahan) terhadap 253 ekor unggas. Tahun 2007 dilakukan monitoring terhadap 8 ekor unggas yang mati pada 17 kecamatan (17 desa/kelurahan) dan tahun 2008 monitoring dilakukan pada 205 ekor unggas yang mati mendadak pada 5 kecamatan (5 desa/kelurahan). “Namun, sampai bulan Desember nanti akan dilakukan koordinasi pada 9 kecamatan”, tambahnya.

Saat ini Dinas Kesehatan juga telah melatih perwakilan dari PMI sebanyak 25 orang, dari PP Muhammadiyah sebanyak 136 orang untuk dijadikan sebagai relawan dan sudah tersebar di 17 kecamatan guna mengamati kematian unggas. “Setelah itu mereka harus melaporkan pada Dinas Kesehatan atau Dinas Peternakan dan Perikanan untuk diteliti lebih lanjut”, kata Diah menegaskan.

Sementara itu, bertindak sebagai narasumber pada acara koordinasi tersebut Dr. Edy Nurtjahja, Sp.P menyampaikan bahwa Avian Influenza merupakan jenis penyakit baru yang masih dalam proses penyelidikan.

Pemerintah juga meminta kepada masyarakat untuk mengenali gejala -gejala infeksi virus itu. Misalnya, seseorang tiba-tiba mengalami demam tinggi hingga 38 derajat C atau lebih, sakit tenggorokan yang disertai batuk-pilek, sengaja atau tidak sengaja bersinggunga/tinggal di sekitar atau terkena kotoran/bangkai unggas, mengalami sesak nafas dan turunnya leukosit atau sel darah putih.

Bila di masyarakat ditemukan ada seseorang yang diduga terjangkit gejala-gejala tersebut, hendaknya di lakukan pemeriksaan pada rumah sakit yang merupakan rumah sakit rujukan. “Sebab ini adalah kebijakan nasional yang menunjuk rumah sakit tertentu sebagai rumah sakit rujukan penyakit Flu Burung, dan di Jember sendiri yang ditunjuk adalah RS. Dr. Soebandi”, ujar Diah menjelaskan.(hh)
Selengkapnya.....

Kamis, 18 September 2008

Sidak Mamin Jelang Lebaran, Masih Ditemukan Mamin Jamuran




JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember meminta kepada masyarakat agar berhati-hati dalam memilih makanan dan minuman (Mamin) yang biasa dibeli untuk lebaran. Himbauan ini menyusul hasil sidak Tim Pemantau (TKP2M) yang masih menemukan berbagai bahan yang tidak layak dikonsumsi dan cenderung berbahaya bagi kesehatan.
Tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, Bagian Kesra, Kantor Infokom, Polres Jember, Kantor Pariwisata, dan DInas Pendapatan Daerah (Dispenda) melakukan Inspeksi mendadak (Sidak) ke beberapa tempat. Titik yang dituju diantaranya beberapa supermarket dan Toserba yang berada dipusat kota.
Petugas langsung melakukan penyitaan terhadap barang dan bahan yang dipandang sudah kadaluwarsa dan tidak layak pakai. Pemilik tokopun langsung diberikan pemjelasan dan pemberitahuan agar tidak melakukan tindakan sama di masa mendatang. Pasalnya, stok yang dijual itu semestinya sudah tidak diedarkan lagi.
Menurut Jumarlis, Humas Dinas Kesehatan menyatakan, Sidak itu dilakukan untuk memberikan jaminan kepada masyarakat yang akan berbelanja menjelang lebaran. Pasalnya, selama ini selalu muncul kecenderungan masyarakat melakukan pembelian makanan dan minuman dalam jumlah banyak.
Meskipun Toserba sudah mempublikasikan menejement bagus tetapi faktanya masih ditemukan beberapa mamin yang tidak layak. “Bahkan pada saat melakukan operasi di toserba lainnya, petugas juga menemukan susu kaleng yang sudah karatan, “tandas Jumarlis.
Tim yang terbagi menjadi 2 kelompok ini selain menyita barang-barang yang tidak layak dikonsumsi masyarakat juga melakukan pendataan beberapa temuan itu. Oleh petugas, para pemilik toko tersebut diberikan pemberitahuan terkait temuan itu, sedangkan barang yang rusak di bawa oleh petugas untuk pemeriksaan lebih lanjut. "Operasi ini kita gelar dalam rangka menyambut Lebaran. Jika banyak beredar makanan tak layak, kan kasihan masyarakat," ujar Jumarlis, Humas Dinas Kesehatan Jember via telpon.
Diantara kejanggalan yang ditemui oleh tim gabungan berupa makanan dan minuman yang sudah rusak kemasan (penyot), kadaluwarsa, dan jamuran yang dianggap berbahaya untuk dikonsumsi oleh masyarakat. Selanjutnya makanan dan minuman yang tidak dilengkapi dengan masa berlakunya dibawa petugas untuk diperiksa lebih lanjut.
Makanan dan minuman yang disita itu di antaranya 12,5 kg kacang yang tidak berlabel, 13 kaleng susu dengan kemasan penyot, 36 makanan ringan kedaluwarsa, 21 bungkus makanan yang sudah jamuran dan beberapa makanan yang tidak dicantumkan batas akhir. “Makanan dan minuman kadaluwarsa tersebut kami sita dan untuk diperiksa lebih lanjut, apakah makan tersebut berbahaya bagi kesehatan, “ujarnya.
Terkait sidak mamin, Jumarlis mengatakan, operasi dilakukan untuk menghindari kerugian konsumen akibat mengonsumsi makanan dan minuman yang diperdagangkan secara bebas di pasaran. "Konsumsi masyarakat menjelang Lebaran lebih tinggi, sehingga kami melakukan sidak untuk menghindari kemungkinan konsumen dirugikan," katanya ketika dihubungi melalui telepon, Kamis (18/9) kemarin.
Sehingga kedepan diharapkan akan terwujud kualitas kesehatan makanan dan minuman serta kesadaran para pengusaha mamin akan arti pentingnya penyehatan mamin bagi usahanya. “Dan akhirnya konsumen akan terhindar dari keracunan mamin akibat rendahnya kualitas makanan yang dipasarkan, “pungkas Jumarlis. (hh)
Selengkapnya.....

Rabu, 17 September 2008

Cara Baru Mengamankan Potensi Perikanan Masayarakat


Berbagai kasus yang mengemuka dalam beberapa kurun disektor perikanan adalah cara penangkapan ikan yang membahayakan komunitas ikan itu sendiri. Penggunaan bahan peledak dan racun yang membahayakan sangat beresiko. Namun pilihan itu menjadi trend yang masyhur hingga saat ini, meskipun berbagai langkah larangan sudah dilakukan.
Kabupaten Jember yang juga memiliki potensi laut luar biasa, saat ini sedang mencari solusi paling ideal untuk menghentikan cara tidak beradab tersebut. Selain kampanye anti bahan peledak dan penggunaan racun, Pemerintah Kabupaten Jember saat ini sedang getol melakukan kampanye kepada masyarakat pinggiran pantai seperti Puger dan sekitarnya untuk lebih menggunakan Rumpon.
“Dengan menggunakan rumpon, kegiatan penangkapan ikan akan menjadi lebih efektif dan efisien, karena tidak lagi berburu ikan”, kata Ir. Mahfud Afandi selaku Kabid Produksi Perikanan pada Dinas Peternakan dan Perikanan Jember.
Rumpon, adalah salah satu jenis peralatan penangkapan ikan yang dipasang di laut dengan tujuan agar ikan bertumpuk dan terkonsentrasi. Alat itu dipandang paling aman karena tidak akan merusak komunitas ikan dan ekosistem laut yang semestinya memang dilindungi. Ikan-ikan kecil akan berkumpul disekitar rumpon karena terdapat lumut dan plankton yang menempel pada atraktor rumpon. Ikan-ikan kecil ini akan mengundang ikan-ikan yang lebih besar sebagai pemangsanya dan demikian seterusnya hingga ikan tuna juga berada disekitar rumpon laut dalam jarak tertentu.
Penggunaan rumpon, menurut Mahfud, hal itu telah diatur dalam SK Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 30 tahun 2004 tentang pemasangan dan penempatan rumpon. Jember sendiri, telah merintis penggunaan rumpon di kalangan nelayan sejak tahun 2002 lalu sebagai percontohan, namun baru sekitar tahun 2005 nelayan di Jember berani menggunakan rumpon dengan dana swadaya dengan membentuk kelompok nelayan yang terdiri dari 10 orang per kelompok. “Sebab, satu rumpon saja bisa menghabiskan dana sebesar Rp 60 Juta”, cetus Mahfud.(Ahmad Hasan Halim)
Selengkapnya.....

Jember Fashion Carnival (JFC)







Hasil kreatifitas anak bangsa, tampil menjadi ikon khas yang tidak dimiliki daerah lain, bahkan Dunia, Jember Fashion Carnival (JFC) hanya ada di Jember. Secara nyata, JFC telah mampu menjadi factor pengayaan Budaya Nasional dan Jember.
Di Setiap Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ), JFC selalu hadir menyajikan atraksi luar biasa dengan tema lengkap dan mendunia. Aksesori unik, semua terdiri dari bahan sederhana dan tak pernah dipikirkan orang lain sebelumnya, ternyata bisa disuguhkan dengan indah.
Silahkan saksikan sendiri atraksi menarik. Trend fashion dunia yang diikuti lebih dari 400 orang, memberikan kesan luar biasa bagi setiap mata yang memandang.
Tidak akan terlupakan……….


Selengkapnya.....

Selasa, 16 September 2008

Peringatan Nuzulul Qur'an Jember, mensinergikan Semangat Agama Untuk Berantas Buta Aksara



Kembali Bumi Religius Jember menjadi saksi kesahduan ratusan masyarakat yang malam tadi (16/09) mengagungkan kemulyaan Ramadhan. Bertepatan dengan peringatan Nuzulu Qu’an yang dipusatkan di halaman Masjid Al Baitul Amin Jember, masyarakat Jember yang terdiri dari kalangan Kiai, Tokoh Masyarakat, Pejabat dan Bupati Jember MZA Djalal turut hadir menjadi saksi. Jajaran Pejabat yang hadir antara lain, Kepala Kejaksaan Negeri, Ketua Pengadilan Jember, Dandim 0824 Jember, Kapolres dan Jajaran Muspida Plus.
Dalam sambutannya, MZA Djalal menyatakan bahwa al Qur’an yang pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad pada bulan puasa merupakan sebuah maklumat dari Allah agar seluruh manusia menjadi orang yang selalu belajar dengan membaca dan mencermati keadaan.
“Bergetar Hati kita, karena perintah pertama yang datang kepada kita sebagai ummat Muhammad adalah Kalimat Iqro’ (Bacalah). Itu berarti merupakan perintah bahwa manusia harus menjalani kehidupan ini dengan ilmu. Artinya, kita tidak boleh bodoh,”ujarnya.
Sejak Djalal memimpin, perintah Tuhan agar manusia selalu membaca itu direfleksikannya dengan memberikan prioritas kepada sektor pendidikan. Hanya dengan pendidikan yang berkualitas maka mutu masyarakat khususnya di masa mendatang akan menjadi baik. “Saat ini, sudah banyak model pendidikan yang bersifat memberikan kemudahan. Bahkan dengan kemajuan Tekhnologi kita bisa menikmati dan mempelajari Alqu’an dengan computer,”terangnya.
Oleh karena itu, sebagai masyarakat yang ingin menjalankan ajaran agam dengan baik, sejak memimpin Jember, Djalal mengaku sudah memberikan prioritas kepada bidang pendidikan. Pendidikan dijadikan sektor yang digarap secara maksimal dengan tujuan agar terjadi peningkatan nilai masyarakat. “Alhamdulillah, sejak tahun lalu, Pemerintah Kabupaten Jember sudah bisa membebaskan sekitar 60 ribu masyarakat dari buta aksara,”ujarnya memaparkan hasil pelaksanaan program pendidikan.
Pembebasan warga Kabupaten Jember dari buta aksara akan terus dilakukan hingga tuntas. Semua itu dilakukan karena Pemkab Jember sangat memahami nilai peningkatan Sumber daya Manusia hanya akan bisa terjadi jika mutu masyarakatnya berkembang. Mutu masyarakat akan bisa berkembang jika terus melakukan pembelajaran dengan membaca.
Prestasi Kabupaten Jember ternyata tidak hanya sekedar membebaskan masyarakat dari ketidak mampuan membaca, menulis dan berhitung saja. Namun lebih dari itu, Pemkab Jember juga sudah bisa memberikan pendidikan dan pengetahuan plus kepada masyarakat yang mengikuti program pemberantasan buta aksara. “Ada keterampilan yang diberikan kepada masyarakat. sehingga dengan sendirinya kemampuan untuk lebih mandiri tanpa mengandalkan kekuatan orang lain akan dimiliki oleh setiap orang yang mengikuti program pemberantasan Buta Aksara,”tambah Peraih penghargaan Anugerah Aksara tingkat Madya dari Presiden RI beberapa waktu lalu itu menjelaskan.
Proses pemberantasan buta aksara di Jember, secara riil merupakan refleksi dari ajaran agama. Karena itu, pelaksanaan kegiatan itu semestinya senantiasa didukung oleh seluruh komponen masyarakat terlebih kalangan muslim. Dukungan itu akan menjadikan perjalanan penuntasan keaksaraan di Kabupaten Jember akan berjalan lebih cepat. Dengan sendirinya, jika penuntasan program keaksaraan itu sudah bisa dilakukan dengan baik, maka keinginan Pemerintah agar masyarakat bisa memiliki mutu lebih baik itupun akan tercapai. (hh)
Selengkapnya.....

Rabu, 10 September 2008

Khofifah Indar Parawansa, Bergerak Karena Prihatin Pendzaliman Pada Kaum Hawa



Salah satu nama tokoh yang mendapatkan penghargaan ‘Anugerah Aksara’ tingkat Nasional dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) adalah Khofifah Indar Parawansa. Mantan anggota DPR-RI dan Ketua Umum PP Muslimat NU itu dinilai telah memberikan kontribusi luar biasa berupa pembelajaran dan pendidikan dan pemberantasan buta aksara bagi kalangan akar rumput yang selama ini menjadi kantong buta aksara.
Penyerahan Penghargaan yang dilaksanakan di Art Garden Denpasar Bali itu, Khofifah maju bersama 6 tokoh lainnya untuk menerima piagam yang diterimakan oleh Menteri Pendidikan nasional Bambang Sudibyo pada hari senin (08/09) lalu.
Khofifah mengakui perjuangan dan gerakan pemberantasan Buta Aksara yang dilakukannya merupakan panggilan nuraninya. Bertahun-tahun, khofifah melakukan perjalanan ke berbagai wilayah di Nusantara untuk melihat langsung situasi masyarakat yang masih belum melek huruf. “Sangat banyak fakta yang membuat masyarakat mengalami kerugian besar akibat tidak bisa membaca dan menulis,”ujarnya.
Keprihatinannya semakin besar ketika faktanya, justru kaum perempuan yang menempati rangking tertinggi pada kasus keaksaraan. “Banyak perempuan yang saya temui mengaku telah disodori suami atau anggota keluarganya untuk menandatangani sesuatu yang dikatakan untuk pengurusan sekolah anaknya, ternyata yang ditandatangani itu adalah kesepakatan untuk bercerai atau menjual warisan milik si perempuan itu,”ungkap mantan Politisi PKB itu.
Untuk itulah, pemerhati masalah perempuan dan saat ini sedang mencalonkan diri sebagai Gubernur Jawa Timur itu bertekad untuk melakukan pemberdayaan kepada kaum perempuan agar tidak lagi mengalami kerugian akibat kebutaannya terhadap baca tulis dan berhitung.
Kesempatan untuk melakukan pemberdayaan itu semakin besar ketika Khofifah dipercaya menjadi Ketua Umum PP Muslimat. Organisasi Banom NU itu dijadikan sebagai kendaraan untuk melakukan kerja sama dengan berbagai elemen bangsa lainnya guna melakukan pemberantasan Buta Hurup. “Alhamdulillah, sedikit demi sedikit, kaum perempuan sekarang sudah sulit dibohongi. Karena pemberdayaan sudah menyentuh mereka,”kata Calon Gubernur Jatim itu menandaskan.
Khofifah mengaku ingin menempatkan kaum perempuan sebagai sosok yang tidak bisa diremehkan oleh siapapun terutama oleh kaum adam. Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) menurutnya muncul dan menjadi isu besar sesungguhnya disebabkan oleh kebodohan kaum perempuan itu sendiri. “Kondisi ini yang harus kita perbaiki. Pencerdasan merupakan langkah yang harus dilakukan kepada mereka. Dengan kecerdasan dan kemampuan membaca yang baik akan membuat kaum perempuan akan semakin memiliki nilai tawar,”pungkas Khofifah. (Ahmad Hasan Halim)
Selengkapnya.....

Selasa, 09 September 2008

Gebrakan Pemkab Jember Untuk Menangani Usaha Kecil, Lakukan pembinaan ”door to door” demi pengembangan UMKM

Peningkatan jumlah penduduk harus diiringi dengan pertambahan lapangan pekerjaan yang memadai. Jika tidak terjadi, maka rasio keseimbangan antara keduanya akan berjalan tidak seimbang. Ketidak seimbangan akan membuat pertarungan dan persaingan akan semakin besar. Dengan sendirinya, mereka yang tidak siap dengan kemampuan dan keterampilan yang memadai akan terpinggirkan dengan sendirinya.
Menyikapi kondisi itu. Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Koperasi dan UKM mencoba terobosan baru dengan melakukan proses pemberdayaan dari rumah ke rumah. Konsep menjemput bola dilakukan untuk meminimalisir kemungkinan negative yang bisa terjadi ketika ketimpangan rasio lapangan kerja dengan jumlah penduduk terjadi.
Selain pemberdayaan itu, Pemkab memberikan rangsangan usaha kepada berbagai lapisan masyarakat agar bisa mandiri tanpa mengandalkan bursa kerja yang telah ada. Kemandirian sikap itu dirangsang dengan memberikan banyak bekal keterampilan yang memiliki nilai jual ketika pengetahuannya diaplikasikan menjadi produk tertentu.
Peluang Usaha Kecil-Menengah (UKM) seperti itulah yang sedang digarap dan dihimpun oleh Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Jember selama ini. “Banyak UKM di bidang industri di Jember sejumlah 27.997 yang dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 86.093 orang yang telah dibina oleh Diskop dan UKM,”ungkap M. Syahrul Hartono, SE Kasi UKM Diskop dan UKM Jember ketika ditemui di ruang kerjanya kemarin.
Sedangkan jumlah wiraswasta masyarakat Jember yang berusaha dibidang perdagangan tidaklah sedikit. “Mereka bergerak dalam bidang perdagangan atau home industry di Jember ada sejumlah 42.876 UKM yang menyerap 92.785 tenaga kerja,”cetusnya.
Dari pemetaan yang ada di wilayah Jember UKM banyak yang tersebar di Jember Utara misalnya kecamatan Silo, Mayang, Pakusari dan Sumberjambe. “Itu yang sekarang menjadi konsentrasi pembinaan dari Dinas Koperasi Jember, namun juga ada UKM yang tidak termasuk di daerah itu, menjadi perhatian kami,”tambahnya.
Menurut Kepala Seksi UKM, pemerintah memberikan perhatian dari sisi permodalan untuk UKM di Jember berupa kemudahan kredit dengan bunga 0,5 % per bulan selama 24 bulan. “Dari fakta itu masyarakat sangat antusias karena ada bantuan bergulir dari bupati berupa dana APBD dan bahkan banyak yang antri untuk mendapatkan pinjaman lunak itu”, katanya.
Dalam hal itu, Dinas Koperasi bisa juga disebut sebagai fasilitator antara UKM dan bank untuk memberikan pembinaan kepada pengusaha mikro di Jember. “Masih banyak masyarakat kita terutama yang berasal dari pedesaan yang takut masuk bank, apalagi untuk kredit, namun sekarang dengan adanya pendampingan dari Dinas Koperasi, mereka lebih mengenal tata cara kredit dan yang paling penting tidak takut lagi masuk bank”,tegasnya.
Tidak hanya pembinaan terhadap peminjaman modal di dunia perbankan saja, namun pihaknya juga melakukan pemantauan terkait perkembangan UKM tersebut, “Secara rutin dilakukan kontrol setiap 3 bulan sekali lewat pembinaan door to door,”jelasnya.
Terkait dengan kendala pemasaran yang sering dihadapi oleh pengusaha mikro pada umumnya, Diskop telah melakukan pembinaan berupa penyertaan pameran diberbagai tempat dan pemasaran lewat website milik dinas, yaitu www.umkm-jember.net. “Misalnya dengan mengikutsertakan UKM ke ajang pameran-pameran, baik skala lokal, nasional maupun regional,”paparnya.
Dalam penyertaan UKM di pameran itu, menurut Syahrul, ada saling tukar pengetahuan dan informasi serta studi banding dari sesama peserta pameran termasuk dari Jember. “Manfaat bisa sebagai ajang tukar informasi terkait dengan kemasan yang selama ini menjadi kelemahan pada umumnya UKM di Jember,”paparnya.
Dengan nada rendah diungkap Sahrul bahwa pihaknya bersama tim yang melakukan pembinaan kepada sejumlah UKM di Jember merupakan bentuk pelayanan prima. ”Segala apa yang dilakukan Dinas Koperasi untuk UKM merupakan salah satu bentuk pelayanan prima agar UKM semakin berkualitas dan berdaya saing, terutama dengan kabupaten lain yang pada akhirnya akan meningkatkan omset penjualan dan taraf perekonomian masyarakat”, imbuhnya.
Sehingga dari pembinaan itu, UKM di Jember telah mengalami perkembangan cukup baik usahanya dengan mulai dilirik oleh manca negara. “Pada saat mengikuti pameran beberapa waktu lalu, UKM Desa Lojejer-Wuluhan yang memproduksi gula semut kebanjiran order dari Negara Belanda,”pungkasnya.(Hasan Halim) Selengkapnya.....

Minggu, 07 September 2008

Anugerah Aksara Tingkat Madya Dari Presiden SBY Untuk MZA Djalal


Bupati Jember MZA Djalal kembali dipastikan menerima penghargaan Anugerah Aksara Tingkat Madya langsung dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Penyerahan penghargaan itu rencananya akan dilaksanakan hari ini (08/09) di Taman Budaya Denpasar Bali. Sesuai tema, Kabupaten Jember dipandang berhasil melakukan terobosan berupa pemberdayaan kepada masyarakat bawah khususnya bidang aksara dan baca tulis.
Penghargaan sejenis juga pernah diterima Bupati Jember tahun lalu di Mataram NTB. Tetapi penghargaan yang saat ini akan diterima MZA Djalal merupakan tingkat lanjutan dari penghargaan yang tahun diterima. Hal ini dikarenakan Jember juga dipandang sukses memberikan tambahan pengetahuan dan ketrampilan khusus kepada masyarakat yang sebelumnya tidak mengenal huruf. Kecakapan khusus itu justru masih bisa diberikan dengan baik kepada mereka disela pembelajaran mengenal dan merangkai huruf dan berhitung.
Ahmad Sudiono, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember juga menegaskan, penghargaan yang diterima saat ini diraih setelah melalui perjuangan panjang dan melelahkan. Berbagai komponen masyarakat dilibatkan untuk menyukseskan gerakan pemerantasan buta huruf. “Semua bersatu padu melakukan bimbingan untuk memberantas buta huruf di Jember,”ujarnya.
Oleh karena itu, menurut Ahmad, sangat wajar jika Jember juga dinyatakan berhak menerima pengharaan bidang pendidikan tersebut. Pasalnya, prestasi pendidikan khususnya dibidang pengurangan masyarakat buta aksara sangat besar. “Mereka bukan hanya diajari membaca, menulis dan berhitung (calistung), tapi mereka juga diberi ketrampilan agar mereka bisa mandiri Diantaranya dibentuknya kelompok-kelompok usaha bersama (KUBE).Namun untuk usia non produktif (45-60 tahun) diberi pelatihan bersama dinas terkait agar dapat meningkatkan kualitas hidupnya," tandas Achmad kemarin.
Ahmad juga menandaskan bahwa Kunci sukses besar yang diraih Jember adalah kuatnya dukungan dan dorongan dari Bupati MZA Djalal. Selama gerakan itu dilakukan, Djalal yang memang sejak awal memimpin sudah berkomitment untuk menjadikan pendidikan sebagai prioritas itu langsung turun untuk melakukan bimbingan pendidikan masyarakat terutama yang belum melek huruf dan berhitung.
Dukungan BUpati itu, menurut Ahmad semakin membuat berbagai kalangan juga terpacu untuk berbuat lebih maksimal. " Kepedulian Bupati Jember tidak tanggung-tanggung dalam penuntasan buta aksara di Jember. Beliau turun sendiri kelapangan, sehingga tahu persis kondisi yang sebenarnya, serta mengerahkan seluruh potensi yang ada ada, termasuk anggaran. Alhamdulillah, hasilnya cukup menggembirakan," tandasnya pula.
Menurut Achmad, penghargaan yang sama pernah diraih ketika pada tahun 2006 lalu pernah menuntaskan warga yang buta huruf sebanyak 30.038 orang. “Dengan keberhasilan Kabupaten Jember pada tahun 2007 berhasil menuntaskan buta huruf sebanyak 10 ribu jiwa pemerintah pusat memberikan penghargaan Anugerah Aksaara TingkatPratama di NTT,”pungkasnya. Diakuinya,penghargaan di tingkat nasional tidak serta merta diraihnya dengan mudah, namun dengan perjuangan yang cukup ketat. namun berkat dukungan dari semua pihak, apa yang menjadi program prioritas Pemkab Jember ini, cukup membuahkan hasil.(hh)
Selengkapnya.....

Kamis, 04 September 2008

Menyambut Tamu Akbar Kalangan Mukminin

Sengaja saya member judul sepeti Diatas untuk kehadiran Bulan Ramadhan. Kesengajaan Judul itu karena memang undangan Allah untuk melakukan puasa hanyalah bagi orang yang setidaknya berminat menjadi Mukminin (orang yang percaya penuh kepada Allah dengan segala kemahaan yang dimiliki-Nya).
Allah, telah secara tegas memberikan perintah kepada kaum yang beriman untuk berpuasa. Atau setidaknya kepada orang yang masih menginginkan dirinya kradu (dicocoki) oleh Allah, maka puasa adalah salah satu jalan untuk mendapatkan posisi itu. Demikian ungkapan yang saya pahami di Kitab Suci Al Qur’an.
Setiap Ramadhan tiba, keluarga saya selalu menyambutnya dengan sepenuh hati. Jika sore telah tiba, ayah saya (almarhum) selalu mengumpulkan seluruh anak-anaknya untuk diajak berbuka puasa bersama. Sehingga sejak, kecil pengawasan orang tua terhadap anak, termasuk saya sangat ketat. Seluruh anaknya diajari untuk berpuasa. Kamipun berpuasa, termasuk saya, sejak usia 7 tahun, aku sudah mampu berpuasa hingga maghrib tiba.
Kebiasaan itu aku jalani hingga aku dewasa seperti sekarang ini.
Tetapi jujur saja, sepanjang pengalaman berpuasa itu, aku merasa tidak mendapatkan pelajaran berharga. Selain rasa lapar, dan sikap tidak sabar, aku merasa tidak ada apa-apa yang bisa aku petik. Tetapi sebagai orang yang ingin memberikan kebahagiaan kepada orang tua dan ketaatan kepada perintah agama, maka puasapun tetap aku jalani disetiap bulan Ramadhan tiba.
Hingga suatu ketika, Tuhan menuntun aku dan memberikan pelajaran berharga tentang nilai puasa. Sore itu, aku melihat seorang ‘Pengemis’ perempuan tua diusir pemilik rumah. Dengan tabah perempuan itupun pergi menjauh, kemudian duduk disebuah pohon besar sekitar 100 meter dari rumah tersebut dan nampaknya dia menangis.
Karena tertarik, akupun turun dari kendaraan, menghampirinya, dan memberikannya uang. “Terimakasih nak, semoga Allah memberikan ganti kepadamu, karena hari ini engkau telah menjadi lantaran bagiku, sehingga aku bisa berbuka puasa hari ini,”uajrnya.
Subahanallah, sungguh aku menjadi silau dengan orang tua itu. Dengan menerima rizki yang hanya bisa dibuat sekali makan saja, rasa syukurnya sudah luar biasa. Sedangkan aku, orang lain yang memiliki eksistensi kehidupan sejajar dengan aku, atau orang yang memiliki tingkat ekonomi yang jauh lebih tinggi diatasku, ternyata hampir lupa bersyukur. Padahal sekali menerima rejeki, nilainya tidak hanya cukup untuk sekali makan, tetapi jauh lebih besar dari makan.
Ya Allah, ini puasa-MU……………. Ini Pembelajaran-MU. Ini Ramadhan-MU, ijinkan aku ikut menyambutnya kembali bulan suci ini ditahun mendatang untuk menjadi orang yang bisa memetik pelajaran. Setelah sekian lama semua isyarat-Mu aku abaikan. Selengkapnya.....

Kado Special Jember di HUT RI


Suasana Special Peringatan HUT RI di Jember
Percepat Keberhasilan Pembangunan Dengan Persatuan

Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke 63 diperingati dengan Special oleh Pemkab Jember. Tahun sebelumnya, acara yang biasa dikemas dengan resepsi kenegaraan itu digelar dalam ruangan. Tetapi tahun ini, peringatan itu dipusatkan di alun-alun kota dan jauh lebih semarak.
Seluruh jajaran Muspida, Pejabat dilingkungan Pemkab, dan Masyarakat umum bisa berbaur langsung dan dengan leluasa menyaksikan berbagai sajian atraktif dari para kader terbaik Jember. Dua hari lalu, panggung besar untuk pementasan kolosal itu, berbagai karya yang telah membuat nama Jember ditampilkan agar masyarakat bisa melihat bukti keberhasilan bersama.
Bupati Jember MZA Djalal dalam sambutannya menyatakan, gelar kegiatan itu merupakan refleksi rasa syukur atas kemerdekaan bangsa sekaligus menjadi ungkapan terimakasih kepada para pejuang yang telah mengorbankan jiwa raganya untuk kebebasan bangsa.
Tugas generasi selanjutnya adalah mengisi kemerdekaan itu dengan berbagai karya agar proses pembangunan menuju kondisi ideal menjadi semakin dekat untuk dicapai. “Persatuan dan kesatuan merupakan modal utama untuk mempercepat proses pembangunan di Kabupaten Jember ini,” ujarnya dihadapan ribuan pengunjung.
Segala perbedaan, apapun bentuk dan penyebabnya, harus diselesaikan secara baik dan bijak. “Karena, semua persoalan yang terjadi, pastilah ada peran dan keterlibatan kita, meskipun sangat kecil, sebab di muka ini tak ada yang berdiri sendiri dan saling berhubungan”, tambah Djalal.
Menurutnya, setiap perbedaan yang terjadi, hendaknya dijadikan sebagai inspirasi untuk mendatangkan kekuatan yang dirahmati Allah. “Perbedaan itu akan menjadi karya yang manis, jika kita tidak suka meremehkan orang lain, karena setiap orang memiliki peran sendiri yang tidak dapat digantikan, “jelasnya.
Lebih jauh Djalal meminta kepada seluruh komponen masyarakat jember untuk tidak menonjolkan diri. Karena tanpa peran orang lain, siapapun tidak bisa berbuat apa-apa dan memiliki semangat sukses bersama. “Sukses bukan untuk diri kita sendiri, sukses yang kita raih harus dapat menjadi jalan bagi kesuksuksesan orang lain”, katanya.
Selain itu, harapnya lagi, nilai, sikap dan perilaku kebangsaan yang telah ditetapkan, dibangun dan kemudian diwariskan kepada generasi-generasi setelah itu, harus tetap dipelihara dan digelorakan serta tetap menjadi ruh, menjadi jiwa serta semangat dalam membangun Negara Republik Indonesia ini. “Khususnya oleh generasi muda, tidak terkecuali generasi penerus dan anak jati diri di Kabupaten Jember, “imbuh mantan Kepala Dinas PU Bina Marga Pemprop Jatim itu.

Sementara itu Kepala Kantor Infokom Jember yang juga sebagai Sekretaris HUT ke-63 RI, Drs Agoes Slameto mengatakan dengan peringatan HUT Proklamasi kemerdekaan ke-63 ini akan mampu menghayati nilai-nilai kemerdekaan, sehingga sebagai generasi penerus bangsa menunjukkan rasa kesyukuran dan penghargaan kepada pahlawan kusuma bangsa yang telah berjuang membebaskan bangsa dari tangan penjajah dengan segala pengorbanan. “Karena-nya dengan nilai-nilai perjuangan pahlawan bangsa akan menjadi landasan penerus bangsa dalam mengisi kemerdekaan ini, “katanya.
Dalam acara Simponi Kemerdekaan dalam memperingati HUT ke-63 Proklamasi Kemerdekaan di Alun-alun Jember Selasa malam, Agoes menyatakan, jika cita-cita pahlawan kusuma bangsa merebut kemerdekaan untuk memberikan kehidupan yang adil dan makmur bagi bangsa dan negara, tentu saja penerus bangsa harus berusaha melakukan pembangunan di semua lini dengan menjalin kebersamaan antar elemen.
Agoes menambahkan, yang terpenting saat ini sebagai generasi penerus bangsa harus memiliki tangung jawab untuk tampil sebagai SDM yang handal, dengan semangat dan nilai-nilai luhur para pahlawan pejuang bangsa Indonesia .
Pada resepsi kenegaraan simponi kemerdekaan itu juga Bupati Jember MZA Djalal memberikan penghargaan kepada salah satu putra terbaik Jember yang telah mengharumkan nama baik Jember dikancah nasional maupun Internasional yaitu Dynand Faris dengan berbagai karyanya melalui Jember Fashion Carnaval (JFC).(hh)



Selengkapnya.....

Rabu, 03 September 2008

Mengukur BBJ sebagai Tradisi Baru


Jika dijadikan agenda tahunan, Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ) akan menjadi ikon dan tradisi baru bagi masyarakat Kabupaten Jember. Aktifitas yang diisi berbagai kegiatan dan lomba bersekala besar itu akan menjadi magnit luar biasa bagi seluruh komponen masyarakat. Maka dengan BBJ, Jember akan memiliki beberapa icont besar yang diselenggarakan tiap tahun dengan waktu yang sudah ditetapkan.
Tidak sulit untuk menjadikan BBJ sebagai tradisi baru. Pasalnya, banyak aktifitas besar yang sudah dikenal luas seperti Gerak Jalan Tradisional Tanggul – Jember (Tajemtra), Jember Fashion Carnaval dan Jember City carnaval (JCC).
Seluruh aktifitas sangat perlu dibudayakan, Selain menjadi ajang promosi bagi Daerah Tembakau itu, BBJ juga menjadi ajang memompa kratifitas dari berbabagi sektor potensial di Jember. Banyak masyarakat yang mengaku bisa mendapatkan berkah besar berupa peningkatan pendapatan dari BBJ selama 2 tahun pelaksanaan.
“Sudah 2 tahun ini saya mendapatkan berkah besar dari BBJ, karena usaha yang konfeksi yang saya kelola dengan 18 karyawan mendapatkan pesanan dalam jumlah sangat banyak,” ungkap Sugiono, pengusaha Konfeksi dan Sablon yang mengaku gembira dengan event BBJ yang dicetuskan Bupati MZA Djalal tersebut.
Menurut Sugiono, banyaknya order secara otomatis akan memberikan peningkatan pendapatan. Manfaat itu tidak hanya dirasakan dirinya sebagai owner, tetapi juga seluruh karyawan yang dibawahinya. “Alhamdulillah, dua kali BBJ, dua kali juga kami kebanjiran pesanan. Karyawan kami menjadi senang,”tambahnya.
Sementara, keuntungan serupa juga diperoleh oleh pelaku usaha lainnya. Disetiap event BBJ digelar, berbagai kelompok usaha mulai dari penjual asongan, PKL hingga tukang parker bisa meraih keuntungan. Apalagi jika kegiatan yang digelar seperti JFC, Tajem hingga motor Cross. “Biasanya hari biasa saya hanya dapat 25 ribu dari parker, tetapi kalau ada event BBJ seperti ini, saya bisa dapat Rp 300 ribu dalam sehari,”ujar Saturi, Tukang parkir yang biasa bertugas di selatan alun-alun Kota Jember.
Disisi lain, BBJ juga merupakan ajang untuk mempromosikan Jember dengan berbagai potensi yang dimilikinya. Event besar yang diagendakannya, diharapkan bisa menjadi magnit khas yang bisa mendatangkan pengunjung dari berbagai daerah dan Negara untuk datang ke Jember. “Bagaimana orang akan tertarik jika tidak kenal dengan Jember,”ujar Bupati Jember pada berbagai kesempatan.
Pengenalan poetnsi Jember, tidak bisa terjadi jika hanya dilakukan dengan menunggu. Tetapi harus ada rumusan untuk mengundang para pemilik modal agar mau bertandang ke Jember. “JIka sudah tertarik, maka kemungkinan untuk berinvesatsi di Jember akan menjadi agenda utamanya,”terang Djalal.
Sebagai daerah yang memiliki potensi besar pada berbagai sektor. Jember semestinya sudah menjadi ajang investasi dari pemilik modal. Tetapi hingga saat ini, investasi yang masuk ke Jember masih minim sekali. Oleh karena itu, digelarnya BBJ dalam setiap tahun akan menjadi media yang bisa dijadikan moment tersendiri untuk bisa mengundang para pemilik modal untuk datang dan melihat Jember lebih dekat dan langsung.
Keinginan agar Kabupaten Jember segra terdorong maju sudah menjadi kebutuhan. “Salah satu factor yang bisa mempercepat itu adalah masuknya investasi, jika itu sudah terjadi dan kita dapatkan, maka Jember dengan sendirinya akan menjadi daerah yang maju dan sejahtera,”imbuh Djalal optimis.(hh)
Selengkapnya.....

Senin, 01 September 2008

Gelar Penutupan BBJ 2008


Aksi Pawai Dengan Lintasan Terpanjang

JEMBER – Gelar aksi puncak dari event Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ) 2008 digelar Sabtu (30/08) malam kemarin dengan Jember City Carnaval (JCC). Event yang dijadikan penutup BBJ itu berjalan sangat meriah. Berbagai atraksi ditampilkan, mulai dari pawai sepeda onthel kuno, JFC yang berkelas internasional, hingga ke pawai dari kalangan Tionghwa.
Pawai yang dimulai dari sekitar jam 07.00 WIB itu terus berlangsung hingga lewat tengah malam. Ratusan ribu pengunjung dari berbagai daerah hadir menjadi saksi langsung pagelaran terakhir yang disuguhkan Pemkab Jember tersebut. Sepanjang 3 Kilometer, lintasan pawai yang start dari Gor Kaliwates menuju Alun – alun kota Jember dipenuhi pengunjung.
Tepuk tangan riuh terdengar ketika rombongan pawai kedua muncul dan menampilkan atraksi menarik. Kelompok dari Jember Fashion Carnaval (JFC) dengan berbagai aksesori yang berasal dari tumbuhan, akar kayu, dan bahan bekas seperti plastik itupun mendapat sambutan laur biasa dari pengunjung.
Apresiasi serupa juga muncul dari pengunjung ketika rombongan dari Universitas Jember (Unej) menampilkan atraksi kesenian Daerah reog Ponorogo. Bahkan di depan panggung kehormatan yang ditempati Bupati Jember an jajaran Muspida, group yang diikuti sedikitnya 100 orang itupun sengaja berhenti untuk atraksi.
Bupati Jember, Pimpinan DPRD, Ketua Pengadilan Negeri, dan komandan Kodim 0824 Jember mendapatkan kehormatan untuk naik di reog yang dimainkan oleh kalangan mahasiswa. “Mohon kepada Bapak Bupati dan Muspida untuk berkenan duduk disini,”uajr koordinator pawai dari Unej sambil menunjuk dadak merak dan kepala macan untuk diduduki.
Pawai terkesan semakin marak ketika ratusan rombongan dari kalangan Thionghwa melintas dengan menampilkan aktraksi tari liang liong dan barongsai yang dikenal masyarakat sebagai kesenian khas cina. Uniknya, ketika melakukan atraksi di depan panggung kehormatan, seluruh lampu penerang dimatikan. “Lampu dimatikan agar penampilan dari Barongsai menjadi marak karena kostum memakai scoot lead yang akan terang saat suasana gelap,”ujar panitia menjelaskan.
Sementara, kelompok masyarakat Papua yang ada di Jember ikut ambil bagian dan menyajikan atraksi khas pulau cendrawasihnya. Puluhan anak muda tampil dengan hiasan dan kostum ala papua.
Informasi yang dihimpun dari panitia, Pagelaran JCC merupakan agenda penutup dari berbagai event yang digelar sepanjang bulan Agustus 2008. BBJ selain untuk mengenalkan berbagai potensi ke daerah luar hingga ke manca negara, juga diharapkan menjadi ajang acara bersyukurnya masyarakat Jember terhadap kemerdekaan bangsa Indonesia dari Penjajah.
Karena JCC merupakan ajang untuk menunjukkan kreasi, panitia memberikan kesempatan kepada seluruh komponen masyarakat untuk ambil bagian dan berpartisipasi. Hanya saja, panitia memang memberikan beberapa persyaratan karena tampilan pada JCC merupakan aksi besar yang memiliki daya tarik tinggi.
Rencananya, BBJ akan terus digelar dari tahun ke tahun. “Tentu saja dengan perencanaan yang lebih matang. Saya yakin kita akan terus bisa melakukan perbaikan, karena kekurangan yang terjadi tahun ini akan menjadi catatan dan pelajaran yang baik,”ujar Arif Cahyono, Kepala Kantor Pariwisata Jember disela acara Pawai.
Sebagaimana diberitakan, Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ) merupakan agenda besar Pemkab Jember untuk menjajakan Potensinya kepada publik dengan cakupan yang lebih luas. Langkah itu muncul dikarenakan selama ini potensi Jember yang memiliki nilai jual luar biasa ternyata tidak tersentuh dengan maksimal.
Pengenalan itu harus dilakukan dengan penyiasatan. BBJ akan membuat banyak kalangan (khususnya pemilik modal-red) akan tertarik untuk hadir. Kehadiran itulah yang akan menjadi moment untuk menilai potensi Jember secara langsung dan dari dekat. “Bagaimana Jember akan dicintai dan dituju orang luar jika tidak dikenalkan,”ujar Bupati Jember MZA Djalal kepada wartawan. (hh)
Selengkapnya.....

Mengintip Kehidupan Pesantren Salaf

Bertahan Dengan Memberi Manfaat Ganda

JEMBER – Pesantren tradional, hingga saat ini masih konsisten memberikan manfaat bagi masyarakat. Model pendidikan yang khas, khususnya kajian kitab kuning, telah menjadikan Pondok Pesantren tetap bertahan ditengah revolusi dunia pendidikan umum yang berkembang luar biasa.
Pondok Pesantren Nurul Huda, berlokasi di Desa Pondok Joyo Kecamatan Semboro - Jember , merupakan salah satu lembaga pendidikan Pesantren yang hingga saat ini masih memberlakukan pola salafiah. Meskipun tidak sepenuhnya, tetapi kegiatan pembelajaran kitab kuningnya tetap diberikan dengan porsi yang sangat dominant.
“Siang hari kami berikan kesempatan kepada mereka untuk melakukan kegiatan sekolah umum. Tetapi sore hingga malam kami berikan pendidikan keagamaan dengan ngaji kitab dan Al qur’an,” ujar KH Musthofa AF, Putera Pengasuh Pesantren Nurul Huda.
Menurut Putera KH Abdurraouf Faqih itu, kehadiran Pesantren tetap menjadi kebutuhan masyarakat. Pasalnya, pesantren menjadi tempat untuk membentuk ahlak dan kepribadian generasi muda. “Bidang Akidah dan Ahlak merupakan program prioritas pesantren dalam memberikan pembelajaran kepada semua santri,”terang Musthofa.
Tantangan hidup yang semakin berat memerlukan kekuatan hati yang kokoh. Hal itu sangat sulit diperoleh pada lembaga pendidikan selain Pondok Pesantren. Musthofa optimis, Pesantren yang dikelolanya merupakan salah satu media yang akan memberikan sarana penyeimbang tersebut. “Karena kami juga secara intens memberikan pendidikan tentang cara mengelola hati dan menguatkannya ketika menghadapi berbagai tantatang hidup. Sumbernya dari kitab-kitab yang sudah masyhur itu,”tegasnya.
Nilai pengetahuan dan amaliah ahlak merupakan target utama yang harus dimiliki oleh para santri. Tak heran, jika setiap hari, pendidikan berupa ngaji kitab Fiqih yang banyak mengupas tentang halal dan haramnya sesuatu terus dilakukan. Seluruh santri diwajibkan ikut pengajian kitab dan Al qur’an seusai kegiatan sekolah umumnya.
Selain pengetahuan Fiqih, pelajaran Akhlak juga menjadi sesuatu yang diajarkan secara dominant selain pengetahuan tentang Hadits dan pemahaman A Qur’an. Pasalnya, citra pesantren selama ini dikenal dengan media untuk membentuk ahlak dengan amaliah langsung dimasyarakat.
“Disinilah letak pembeda utama antara produk murni pendidikan umum dengan pendidikan yang dikelola Pesantren. Santri, selain dikenal berpengetahuan luas juga harus dikenal berkakhlak bagus. Jika tidak, maka lembagalah yang akan dijatuhi sangsi moral oleh masyarakat,”tambah Mushofa.
Lebih jauh Musthofa menyatakan, pesantren dengan model pendidikan yang dikelolanya, sesungguhnya merupakan alternative terbaik bagi masyarakat dalam memberikan bekal pendidikan kepada anak-anaknya. Pendidikan ganda yang diberlakukan pesantren, secara significant akan memberikan keuntungan besar.
Jika seorang menjalani pendidikan di pesantren, maka pengawasan secara kontinue akan dilakukan dan menjadi tanggung lembaga. Tinggal diasrama akan lebih membuat perkembangan keilmuan anak semakin cepat. Selain karena intensitas pembelajaraan yang intens, komunitas santri yang bersamanya akan membuat pikirannya tetap terkonsentrasi pada keilmuan saja.
Pentingnya tinggal diasrama, menurut Musthofa adalah untuk membuat proses pembudayaan dan pengamalan hasil ngaji santri lebih bias dibudayakan secara nyata. “Artinya pengawalan itu harus dilakukan dengan maksimal. Begitu ngaji selesai, keilmuannya harus diamalkan. Itu harus dikawal hingga menjadi tradisi bagi santri itu, kalau sudah menjadi tradisi, berarti sudah bisa menjadi kepribadian. Itu sisi penting tinggal diasrama pondok,”pungkasnya.(Ahmad Hasan Halim) Selengkapnya.....