Sabtu, 08 Maret 2008

Statement Poligami


Konferensi Pers Pernyataan Aa Gym & Teh Ninih
Sabtu, 2 Desember 2006 Jam 17:00 WIBBertempat di Sekretariat Daarut Tauhiid JakartaJl. Cipaku I/43, Kebayoran BaruJakarta Selatan
================================================

** Aa Gym


Bismillahirrahmanirrahim.. Assalamu’alaikum wr.wb.Alhamdulillahirrahmanirrahim,
Allahuma shalli ala Muhammad wa ala alihi wa ashabihi ajmain.
Saudara-saudaraku para wartawan dan para permirsa, terimakasih atas kehadirannya.Pertama-tama saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang memberikan perhatian yang luar biasa ini terhadap apa yang kami putuskan, walaupun saya tahu yang dilakukan ini bukanlah hal yang populer. Saya yakin bahwa semua perhatian dalam aneka bentuk ini bagi saya sebagai tanda kasih sayang.
Yang kedua saya mohon maaf yang sebesar-besarnya bagi seluruh masyarakat Indonesia yang merasa tidak nyaman, menjadi sedih, terluka, kecewa bagi sebagian masyarakat yang selama ini berharap lebih kepada saya. Saya sangat bisa memaklumi dan bisa merasakannya. Tindakan yang diambil ini bukan tanpa pertimbangan, sudah hampir lima tahun kami mempertimbangkannya.
Alasan pertama lahir dari keprihatinan yang mendalam, karena hampir setiap tamu yang datang itu memberi dua nasihat, satu: jangan berpolitik, dan dua: jangan berpoligami. Saya prihatin karena poligami itu sering dianggap sebuah tindakan yang tidak benar, zholim sehingga pelakunya sering jadi bahan cemoohan, dijadikan contoh yang buruk. Padahal dalam keyakinan saya, poligami itu dalam islam dibolehkan dengan syarat-syarat tertentu.
Seperti emergency exit dalam pesawat.
Pada saat yang sama kita lihat dengan nyata disekitar kita, bahwa perbuatan yang tidak senonoh, pergaulan yang tidak dengan aturan yang benar, tidak dengan aturan agama seperti TTM (Teman Tapi Mesum) dianggap lumrah, padahal hasilnya lahir diluar nikah, nikah dalam keadaan hamil. Kenapa jadi berbalik-balik begini? Nah inilah yang membuat “prihatin yang amat mendalam”, ingin sekali akan adanya penilaian yangproporsional.
Alasan yang kedua, banyak yang datang berkonsultasi tentang keluarga dan sebagainya berikut pernik-perniknya. Terutama yang suaminya lincah lagi. Kita tidak bisa menjawab secara objektif karena belum mengalami atau berpengalaman. Waktu itu kami membahas ada tiga calon yang saya ajukan ke istri saya. Satu gadis, yang kedua janda belum punya anak, ketiga janda yang sudah cukup banyak anak. Dan ada tambahan kandidat keempat diajukan oleh teh Ninih. “Nenek-nenek yang gampang masuk angin” kata teh Ninih.
Pendek kata, sesudah diskusi-diskusi dengan pernak-perniknya, akhirnya beberapa bulan yang lalu di Bandung, sesudah konsultasi juga dengan guru-guru kami, diambillah keputusan untuk mencoba alenia baru didalam menata keluarga, dengan harapan akan “banyak hikmah” yang diperoleh bagi khususnya keluarga kami. Syukur jika nanti ada juga hikmah yang baik bagi yang lain.
Nah kesimpulan sesudah beberapa waktu berlalu, ternyata ada hikmahnya.
Mau tahu hikmahnya? Yang pertama adalah berat badan saya turun 3 kg, Teh Ninih juga turun 3 kg, jadi tiga-tiganya turun 3 kg, dan jerawat nambah… (canda Aa Gym-red).
Tapi banyak hikmah yang besar sekali yang tidak saya duga sebelumnya.
Satu, saya berharap apa yang kami lakukan ini tidak serta-merta dijadikan rujukan para bapak-bapak untuk melegalisir keinginannya. Karena poligami itu walaupun dibolehkan, harus dengan kemampuan yang memadai, syarat-syarat yang dipenuhi, sehingga sakinah bisa didapat.
Karena kalau tidak, boleh jadi bukan sakinah, yang terjadi adalah masalah baru. Jadi saya berharap jangan dijadikan justifikasi menggampangkan urusan ini, karena ini bukan hal yang ringan, ini adalah urusan yang berat.
Yang kedua, hikmahnya adalah bagi yang sudah terlanjur terjadi dirumahnya. Mudah-mudahan dengan pengalaman kami ini, bisa ditata ulang sehingga keluarga-keluarga tidak menjadi lebih rusak, kita atur sehingga bisa menjadi lebih baik. Ini bagi yang sudah terjadi ya, kalau yang belum jangan menggampangkan.
Dan hikmah yang ketiga, ini penting… Saya sangat menghargai bagi yang punya pendapat atau pandangan yang berbeda dengan pandangan kami. Kami sangat memakluminya, baik dari yang sesama agama Islam, maupun dari yang agamanya berbeda. Namun kami mohon ijin; ijinkanlah keluarga kami melakukan apa yang kami yakini akan bisa menambah hikmah yang mendalam khususnya bagi keluarga kami. Sehingga silahkanmenyikapi dengan proporsional dan jernih. Mungkin jika kecewa terhadap Aa, sebagai kompensasinyasilahkan bangun keluarga menjadi tauladan dengan yang ada, fokuskan kepada keluarga sehingga keluarga menjadi lebih sakinah.
** Teh Ninih
Assalamu’alaikum wr.wb. Terimakasih para wartawan, ini baru dalam sejarah seumur hidup jadi istri Aa Gym dikelilingi oleh para wartawan sebanyak ini. Maha suci Allah yang menciptakan setiap kejadian. Setiap kejadian tidak pernah luput dari takdir Allah. Baik itu takdir Allah yang mungkin akan menyenangkan kita ataupun yang kurang menyenangkan.
Setiap kejadian pasti ada hikmahnya. Termasuk saya sendiri ketika menghadapi ujian yang berat bagi seorang wanita, saya jujur karena saya seorang wanita. Yang namanya wanita… tentunya berat kalau sekiranya suaminya menikah lagi. Betulkan begitu? Tapi karena saya berkeyakinan bahwa sesuatu yang sepertinyamenyakitkan belum tentu ini akan menjadi kejelekan. Setiap yang menyakitkan kalau disikapi dengan sikappositif pasti Allah akan memberikan kebaikan, khususnya bagi saya pribadi.
Yang pertama ujian keikhlasan untuk saya. Apakah mau mengikuti nafsu, saya tidak suka suami saya menikah lagi, atau saya berfikir ini suatu kebenaran atau kejahatan. Saya minta tolong kepada Allah SWT, Ya Allah ini kebenaran atau kejahatan? Terus menerus minta tolong. Saya membuka Qur’an, lihat buku-buku tentang Rasul, ternyata Rasullah SAW melakukan, kemudian di Qur’an juga dibolehkan seorang suami untuk menikah lagi.
Akhirnya target saya adalah walaupun nafsu berat menerima, tapi saya harus berusaha meyakini hukum Allah.
** Teh Ninih kepada Aa
Itu yang pertama Aa, walaupun jatuh bangun, saya ingin menjadi seorang istri yang taat kepada Allah, taat kepada hukum Allah dengan berusaha terus ikhlas ketika suami menikah lagi. Begitu Aa.. Doakan ya Aa, agar bisa istiqomah.
** Teh Ninih
Kemudian yang kedua banyak sekali hikmah yang didapat, terutama menata hati, bagaimana disaat ada madu tentu disitu akan ada kedengkian. Merasa tidak suka dengan kelebihan madu, tentu ini perjuangan saya untuk terus melatih jangan dengki kepada sesama muslimah. Saya berdoa terus, karena wanita itukan dengkinya tinggi, tapi inilah perjuangan saya.
Kemudian yang kedua juga hikmahnya, saya sedang belajar, walaupun jatuh bangun. Ketika Allah memberikan nikmat kepada saya seorang suami yang hebat, cakep, sholeh, katanya sih dompetnya tebal (canda teh Ninih-red). Sudah 20 tahun saya menikmati karunia yang Allah berikan lewat suami saya, dan subhanallah berarti saya harus siap kalau suatu saat diuji oleh Allah, karena Allah Maha Pencemburu. Kalau saya terlalu cinta kepada suami, sehingga menjadi penghalang saya untuk cinta kepada Allah. Dan inilah saatnya saya harusbelajar berbagi kebahagian suami saya untuk wanita lain, walaupun batin butuh perjuangan.
Itu hikmah yang kedua, tapi dengan keyakinan kalau terus berdoa, merenung, mudah bagi Allah untuk memberikan keringanan hati agar bisa berbagi. Dan saya yakin Allah pasti memberikan kenikmatan lain. Nanti di akhirat jelas, di duniapun Allah akan berikan kenikmatan, yaitu “nikmat mencintai suami karena Allah”.
Kemudian mengenai hikmah untuk keluarga khususnya secara manusiawi, disaat kita merasa takut kalau suami menikah lagi, nanti kuatir suami tidak cinta lagi ke istri yang lama.
Saya jujur, mudah-mudahan Allah memelihara keikhlasan Aa, ternyata Aa makin lengket sama Teteh, tidak mengerti kenapa ya. Itu luar biasa, artinya apa yang ditakutkan oleh kaum perempuan, kalau nanti poligami, nanti suami malah senengnya ke yang baru, ternyata tidak. Kalau kita berusaha ikhlas pasti Allah memberikan nikmat, tidak mungkin Allah menyia-nyiakan hambanya yang benar-benar hanya karena Allah. Jadi tidak usah takut, yang kita takutkan kalau kita khawatir, kata Rasulullah apa yang kita khawatirkan nanti sesuai dengan apa yang kita duga. Mending dibuat nikmat saja.
Terus untuk anak-anak juga, walaupun semua butuh proses tentu yah. Namanya anak-anak, saya juga sebagai ibunya butuh proses apalagi anak-anak kecil, tapi saya bisa mengambil hikmah, sejauh mana kemampuan orang tua bisa menjelaskan kalau ini kebenaran. Ya, kita terima sambil kita belajar. Kalaupun ada salah dari sikap orang tua yang kurang berkenan bagi anak-anak, alhamdulillah Aa pernah minta maaf kepada anak-anak kalau sikap Aa kurang berkenan untuk anak-anak. Dan anak-anak sangat berlapang hati karena sayang kepada orang tuanya. Saya bangga memilki anak-anak yang sama-sama ingin menjaga keluarga tidak hanya di dunia, tapi ingin sama-sama pulang ke Surga.
Yang terakhir. Saya menyadari bahwa saya adalah manusia biasa yang imannya kadang naik kadang turun. Ada satu permintaan kepada para pemirsa dan juga para wartawan.
Yaitu tolong doakan saya… karena setan tidak suka dengan kebenaran, setan akan terus menggoda. Tapi dengan doa dari pemirsa yang soleh, saya yakin akan mendapatkan kekuatan yang luar biasa dari Allah SWT sehingga apa yang kami lakukan benar-benar hanya mengharapkan ridho Allah dan akan menjadi solusi bagi saya.
Terimakasih.
Wassalamualaikum wr.wb.
** Aa Gym kepada Teh Ninih
Selengkapnya.....

Jumat, 07 Maret 2008

Portofolio Sertifikasi Guru "Amburadul"




JEMBER – Program Seritifikasi yang dicanangkan Pemerintah bagi para guru sekolah ternyata melahirkan resiko lain yang justru berimplikasi pada mutu pendidikan itu sendiri. Banyak kasus menunjukkan bahwa kesalahan penyusunan portofolio sertifikasi guru masih banyak kesalahan.
Persyaratan agar sertifikasi itu harus melampirkan bukti berbagai kegiatan ilmiah yang pernah diikuti ke dalam portofolio itu, membuat para guru yang menginginkan lolos banyak ceroboh melakukannya.
Demikian diungkap konsultan pendidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jatim Joko Suriyono saat memberikan materi pada Wosk Shop Nasional tentang Sertifiksi Guru di aula PTP Gunungsari Kencong Jember beberapa waktu lalu.
Joko menyatakan, karena ada persayaratan mengikuti kegiatan ilmiah, maka banyak guru yang berlomba untuk mengikuti seminar dan diklat untuk mengejar piagam. “Sampai-sampai seminar yang tidak berkaitan dengan pendidikanpun dilampirkan. Padahal itu kesalahan,”ujarnya.
Kegiatan yang digelar atas kerja bareng antara Ansor Cabang Kencong dengan Konsorsium Pendidikan Nasional Utama (KPNU) itu, Joko mengemukakan, dalam lampiran portofolio guru, masih banyak ditemukan piagam ganda. Dalam sebuah acara, para guru mendapat tiga piagam. “Kalau piagam-piagam itu disertakan dalam portofolio, pasti dicoret asesor,” paparnya.
Dia mengungkapkan, banyaknya guru yang tidak lolos sertifikasi disebabkan banyak kekurangan dan salah dalam menyusun portofolio. Hal ini dilatarbelakangi para guru yang enggan membaca panduan, jarang mengikuti diklat, malas membuat karya ilmiah, penelitian dan sebagainya.
Kebanyakan dari para guru, kata dia, lebih memilih jalan instan. Misalnya, untuk mendapat piagam, mereka rela mendapatkannya dengan jalan “membeli”.
Akhirnya, kata dia, banyak tindakan yang dinilainya tidak rasional. “Seperti soal ijazah, misalnya. Pendidikan yang seharusnya diselesaikan tiga tahun, ternyata hanya ditempuh satu tahun. Ini kan tidak logis,” tandasnya.
Sedangkan pembicara lain, Sunarto, kasubdin Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Timur mengatakan, ada dua faktor yang menyebabkan guru tidak lulus sertifikasi. “Yaitu dari guru sendiri dan dari aspek administrasi,” katanya.
Dari guru, lanjut dia, banyak yang belum tahu tentang aturan sertifikasi. Selain itu, masih ada guru yang belum berijazah sarjana, baik tingkat TK hingga SMA.
“Masih banyak pula guru yang jam mengajarnya kurang dari 24 jam seminggu,” paparnya. Ditambah lagi, sambung dia, banyak bukti fisik portofolio yang hilang. Ini disebakan para guru kurang memelihara arsip yang dimilikinya.
Dari aspek administrasi, menurut Sunarto, antara lain disebabkan banyak guru yang tidak mengisi formulir A1 sesuai petunjuk sebagai salah satu syarat untuk mengikuti sertifikasi. “Salah tempat atau yang lain, tentu akan dicoret oleh tim sertifikasi karena diangap salah,” tegasnya.
Namun demikian, para guru yang lulus sertifikasi pun tak lepas dari masalah lain. Sunarto mengungkapkan, para guru yang lulus pada 2006, belum mendapat sertifikat pendidik. “Selama ini hanya dari sampang saja yang sudah mengantongi SK,” katanya.
Persoalan lainnya, kata dia, masih banyak guru yang lulus sertifikasi pada 2006 tetapi belum menerima tunjangan profesi. Ironisnya, ada pula beberapa guru yang mendapat tunjangan profesi ganda. (hh)
Selengkapnya.....

Rabu, 05 Maret 2008


Kekuatan Do'a

Seorang ibu kumuh dengan baju kumal, masuk ke dalam sebuah supermarket. Dengan sangat terbata-bata dan dengan bahasa yang sopan ia memohon agar diperbolehkan mengutang. Ia memberitahukan bahwa suaminya sedang sakit dan sudah seminggu tidak bekerja. Ia memiliki tujuh anak yang sangat membutuhkan makan. Pemilik supermarket, mengusir dia keluar. Sambil terus menggambarkan situasi keluarganya, si ibu terus menceritakan tentang keluarganya. "Tolonglah, Pak, Saya janji akan segera membayar setelah aku punya uang."Si Pemilik Toko tetap tidak mengabulkan permohonan tersebut. "Anda tidak mempunyai kartu kredit, anda tidak mempunyai garansi,"alasannya.Di dekat counter pembayaran, ada seorang pelanggan lain, yang dari awal mendengarkan percakapan tadi.Dia mendekati keduanya dan berkata: "Saya akan bayar semua yang diperlukan Ibu ini."Karena malu, si pemilik toko akhirnya mengatakan, "Tidak perlu, Pak. Saya sendiri akan memberikannya dengan gratis.Baiklah, apakah ibu membawa daftar belanja?" "Ya, Pak. Ini," katanya sambil menunjukkan sesobekkertas kumal."Letakkanlah daftar belanja anda di dalam timbangan,dan saya akan memberikan gratis belanjaan anda sesuai dengan berat timbangan tersebut."Dengan sangat ragu-ragu dan setengah putus asa, Si Ibu menundukkan kepala sebentar, menuliskan sesuatu pada kertas kumal tersebut, lalu dengan kepala tetap tertunduk,meletakkannya ke dalam timbangan.Mata Si pemilik toko terbelalak melihat jarum timbangan bergerak cepat ke bawah. Ia menatap pelanggan yang tadi menawarkan si ibu tadi sambil berucap kecil, "Aku tidak percaya pada yang aku lihat."Si pelanggan baik hati itu hanya tersenyum.Lalu, si ibu kumal tadi mengambil barang-barang yang diperlukan, dan disaksikan oleh pelanggan baik hati tadi, si Pemilik toko menaruh belanjaan tersebut pada sisi timbangan yang lain. Jarum timbangan tidak kunjung berimbang, sehingga si ibu terus mengambil barang-barang keperluannya dan sipemilik toko terus menumpuknya pada timbangan, hingga tidak muat lagi.Si Pemilik toko merasa sangat jengkel dan tidak dapat berbuat apa-apa.Karena tidak tahan, Si pemilik toko diam-diam mengambil sobekan kertas daftar belanja si Ibu kumal tadi. Dan ia-pun terbelalak. Di atas kertas kumal itu tertulis sebuah doa pendek: "Ya Allah Ya Tuhanku Rabbi, Hanya Engkau yang tahu apa yang hamba perlukan. Hamba menyerahkan segalanya ke dalam tanganMu." Si Pemilik Toko terdiam.Si Ibu berterimakasih kepadanya, dan meninggalkan toko dengan belanjaan gratisnya. Si pelanggan baik hati bahkan memberikan selembar uang kepadanya. Si Pemilik Toko kemudian mencek dan menemukan bahwa timbangan yang dipakai tersebut ternyata rusak. Ternyata memang hanya ALLAH yang tahu bobot sebuah doa.

DOA ADALAH HADIAH TERBESAR DAN TERINDAH YANG KITA TERIMA.
(tulisan di : muslimahcorner.blogspot.com)
Selengkapnya.....

Pemkab Jember "Sosialisasikan" Uang Palsu


JEMBER – Jumlah peredaran uang palsu yang terus meningkat menjadi kegelisahan tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Jember. Selain sangat merugikan kegiatan ekonomi yang saat sudah mulai berjalan baik, anggota masyarakat yang sering menjadi korban adalah orang miskin.
Sangat memprihatinkan jika seorang berekonomi pas pasan menjadi korban penipuan ‘uang palsu’. Hasil keringat yang biasanya tidak mudah dibelanjakan karena untuk persiapan kebutuhan mendesak, ternyata harus ‘gigit jari’ gara gara tertipu oleh uang palsu.
Fakta inilah yang membuat kantor Informasi dan komunikasi Kabupaten Jember melakukan langkah taktis dengan mengupayakan sosialisasi kepada public agar lebih bisa mengenali ciri-ciri uang palsu. “Kami berharap masyarakat bisa semakin tahu mana uang rupiah yang asli dan mana uang rupiah yang palsu,”ujar Drs Edi B Susilo, Kepala Infokom Jember kemarin.
Pemerintah, kata Edi memiliki tanggung jawab untuk mencerdaskan masyarakat. Peredaran uang palsu yang sudah memakan korban tidak sedikit dengan sendirinya menjadi salah satu tanggung jawab Pemerintah untuk melakukan pencegahan. “Jika masyarakat sudah bisa membedakan mana asli dan palsu, dengan sendirinya akan terhenti,”tegasnya.
Bekerja sama dengan Bank Indonesia Jember, Kantor Infokom menghadirkan seluruh komponen Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang selama ini merupakan jajaran pendukung Infokom Jember untuk penyebaran informasi dan komunikasi kepada masyarakat.
Anggota KIM yang telah tersebar di seluruh kabupaten Jember itu diharapkan bisa langsung melakukan sosialisasi kembali kepada masyarakat dengan cara masing-masing. “Langkah ini kami yakini akan menjadi sangat efektif daripada menghadirkan komponen masyarakat langsung kep Gedung BI Jember,”terang Edi meyakinkan.
Forum yang digelar di aula BI itu berlangsung serius. Pasalnya, antara BI dengan Infokom sama-sama memiliki tanggung jawab untuk mencegah peredaran uang palsu tersebut. Sehingga berbagai pertanyaan dan simulasi untuk mengenal kondisi fisik uang palsu dan asli menjadi topik dan perhatian utama.
Kepada para peserta yang terdiri dari KIM tersebut, Edi berharap agar motede pengenalan tentang uang palsu itu langsung ditranfser kepada masyarakat umum. Public Jember, lanjut Edi, sudah sangat menunggu pengetahuan itu. “Sudah cukup masyarakat kita tertipu akibat peredaran uang palsu, kewajiban kita adalah memberikan pengetahuan kepada mereka agar mereka tidak terperosok lagi,”tandasnya.
Nanang, salah satu perserta yang diketahui merupakan anggota KIM dari Kecamatan Tempurejo menyatakan rasa senangnya dengan kegiatan sosialisasi itu. Menurutnya, masyarakat lapis bawah memang masih sangat buta untuk bisa membedakan antara uang asli dan palsu. “Kami akan langsung sosialisasikan hasil kegiatan ini lewat pengajian dan forum lainnya,”ujarnya.(hh)
Selengkapnya.....

Selasa, 04 Maret 2008

Bukti Komitment Untuk Dunia Pendidikan


JEMBER – Komitment Kabupaten Jember untuk memberikan prioritas utama dalam pelaksanaan pembangunan terus dilakukan hingga saat ini. Berbagai fasilitas yang dipandang bisa menopang terlaksananya pendidikan yang lebih baik terus diadakan. Tujuannya, mendorong perumbuhan Sumber Daya Manusia (SDM) masa depan yang lebih baik.
Selain perbaikan fasilitas, pendirian unit sekolah juga dilakukan agar kesempatan belajar lebih merata. Langkah itu dilakukan hingga ke daerah terpencil. Saat ini, di Kabupaten Jember, telah tercatat ada 15 unit sekolah SD-SMP satu atap yang ditempatkan di 9 kecamatan yang terklasifikasi sebagai daerah terpencil.
"Hal ini merupakan wujud kredibelitas kepercayaan yang telah dibangun oleh Bupati Jember dan Kepa;a Dinas Pendidikan serta komitment besar dari Pemerintah untuk program Wajar Dikdas 9 tahun,"ungkap Drs H. Ahmad Sudiono Msi, Kepala Dinas Pendidikan Jember.
Pemerataan kesempatan belajar pada sekolah untuk memenuhi standard dasar yaitu harus tamat SD dan SMP, masih sulit dilakukan jika jarak yang harus ditempuh oleh seorang siswa masih sangat jauh. Belum lagi kondisi ekonomi masyarakat terpencil yang sebagian besar masih berada dalam taraf perekonomian yang pas pasan.
Kenyataan ini menjadi tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan. “Pendirian unit sekolah satu atap ini merupakan sebuah jawaban atas kondisi itu. Makanya sekarang sudah tidak ada lagi alasan tida bersekolah karena jauh dan mahal,”tegas Ahmad.
Diakui Ahmad, anggaran untuk pendirian sekolah satu atap itu tidak berasal sepenuhnya dari APBD Kabupaten. Dana yang digunakan adalah hasil Sharing antara dana pusat dengan daerah. Sedangkan Kabupaten ditugasi untuk menyediakan lahan yang akan didirikan gedung sekolah. Anggaran sekolah satu atap yang berasal dari pusat meliputi dana untuk pembangunan RKB (Ruang Kelas Belajar), Laboratorium dan Kantor.
Keberadaan sekolah satu atap yang terdiri atas unit Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) diakui berbagai kalangan sebagai sebuah langkah setrategis untuk mendorong peningkatan mutu SDM generasi mendatang. Selama ini, masyarakat desa terpencil cenderung tidak melanjutkan pendidikan anak anaknya karena kekuatan ekonomi yang dimiliki keluarganya hanya cukup untuk dimakan.
Seorang warga di desa Tempurejo yang dimintai keterangan menyatakan rasa senangnya terhadap sekolah tersebut. Pasalnya, anaknya yang baru saja lulus SD sudah tidak perlu lagi ke kota untuk melanjutkan. “Sebelumnya, kami tidak pernah berpikir akan melanjutkan sekolah anak,”ujar Mochtar (40) warga Desa Andongsari Tempurejo yang mengaku hanya buruh tani.
Mochtar menceritakan, dulu, untuk bersekolah di SMP, masyarakat desanya harus pergi ke kota. Perjalanan ke kota harus ditempuh dengan naik ojek dengan ongkos Rp 12.500 sekali jalan. Jika setiap minggu harus pulang maka biaya perjalanan mencapai Rp 100.000 perbulan. “Belum biaya pemondokannya, kami kesulitan. Alhamdulillah sekarang sudah ada SMP yang disatukan dengan SD di desa kami,”ujarnya senang.(hh)
Selengkapnya.....

Saat Berbagi Pengetahuan


Sesungguhnya, saya bukan ahlinya. Jika untuk melakukan proses transfer pengetahuan. Tetapi saya sering mengalami keterpaksaan baik oleh situasi maupun oleh sebab yang lain. Maka meskipun hanya punya pengetahuan sejengkal, jadilah saya sebagai guru.... he he he
Selengkapnya.....