Sabtu, 08 Agustus 2009

Jadwal Adzan Depag Ternyata Tidak Akurat


Menjelang masuk bulan Ramadhan, Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kencong mengajak seluruh ummat islam yang tinggal diwilayah barat kabupaten Jember agar tidak begitu saja mengikuti jadwal imsyakiyah yang dikeluarkan oleh Departemen Agama Jember, terutama pada jadwal masuk saat maghrib atau saat berbuka puasa. Pasalnya, ketika adzan maghrib berkumandang, ternyata di daerah kecong dan sekitarnya matahari masih terlihat.

Sekretaris Ansor Kencong, Ahmad Rohim menerangkan, ketika di Jember sudah mengumandangkan adzan Maghrib yang disiarkan oleh beberapa radio, di wilayah kami (kencong dan sekitarnya-red) masih bias melihat matahari terutama didaerah Pantai Paseban. “Maka jika masyarakat langsung berbuka puasa bersamaan dengan adza dari siaran Jember, maka puasanya akan menjadi batal,”ujarnya.

Sikap itu dikeluarkan Ansor setalah melalui Rapat kerja menjelang berakhirnya masa Jabatan pengurus periode 2006-2010 beberapa waktu lalu. Persoalan itu muncul di dalam Rapat Kerja. Bahkan peserta rapat meminta agar Ansor Kencong membentuk Tim agar memantau langsung proses terbenamnya matahari. “Hasilnya terdapat selisih sampai 1,5 menit antara saat maghrib di Jember dengan kencong dan sekitarnya,”tambah Rohim.

Kecenderungan masyarakat selama ini langsung mengikuti kumandang adzan dari beberapa radio Jember yang menyiarkannya. Patokan yang digunakan adalah jadwal yang dikeluarkan oleh Departemen Agama Kabupaten Jember. Jadwal itu juga menyebar dimasyarakat tanpa menyebutkan penambahan dan pengurangan waktu untuk masing-masing daerah di Kabpaten Jember.

Karena itu, Ansor Kencong akan mensosialisasikan himbauan kepada masyarakat agar tidak langsung membatalkan puasa ketika mendengar adzan maghrib. “Menunggu sekitar 2 menit lagi baru berbuka puasa. Kami ingin ibadah puasa masyarakat nanti tidak rusak atau batal karena selisih waktu,”tegas Rohim.
Selengkapnya.....

Minggu, 31 Mei 2009

Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ) ke 3 di Lounching


JEMBER - Untuk kali ketiga, Pemerintah Kabupaten Jember meresmikan dimulainya paket kegiatan besar bertajuk Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ). Lounching yang dipusatkan di Alun Alun Kota Jember itu menandakan masyarakat Jember telah siap untuk menyambut para tamu yang datang dari berbagai penjuru.
“Mari Sambut para tamu dari seluruh penjuru Nusantara, bahkan mungkin dari mancanegara. Kita buktikan bahwa kita mampu memberikan sambutan dan menjadi tuan rumah yang baik,”ujar MZA Djalal, Bupati Jember saat memimpin acara lounching kemarin.
Diawali dengan tarian khas daerah, Bupati MZA Djalal yang didampingi jajaran Muspida Kabupaten Jember berjalan menuju podium utama peresmian. Ketika bel tanda peresmian berbunyi, nampak dua orang berpakaian ala Hanoman menurunkan tabir yang menutupi logo besar BBJ yang telah disiapkan khusus.
Sementara, di bagian selatan Alun Alun, nampak puluhan balon udara dari Plastik berbahan bakar karbit diterbangkan ke angkasa bersamaan dengan dilepasnya ribuan balon warna warni. Saat yang sama, para pecinta merpati juga melepas ribuan merpati.
Pembukaan kemarin terlihat berbeda dengan tahun sebelumnya. Ribuan masyarakat dari berbagai lapisan nampak hadir menyaksikan. Berbagai ruas jalan utama yang berhubungan dengan pusat kota macet total. “Ini merupakan bukti kecintaan masyarakat sekaligus harapan besar terhadap suksesnya kegiatan besar ini,”ujar Agus Slameto, Kepala Bagian Humas Pemkab Jember.
Menurut Agus, Pemkab telah melakukan sosialisasi BBJ-3 kepada masyarakat sejak jauh hari sebelumnya. Karena itu, kesiapan masyarakat untuk melakukan penyambutan kepada para tamu dipastikan jauh lebih siap dibanding pada gelar BBJ ditahun sebelumnya. Berbagai potensi yang ada di Kabupaten Jember akan lebih banyak tergali dan dikenalkan kepada para pengunjung Jember. “Secara significant, kami akan memperkenalkan potensi itu agar bisa dikembangkan dengan lebih baik lagi. Lebih-lebih jika ada dari pada tamu nanti yang merasa cocok,”terang Kabag Humas Pemkab Jember menjelaskan. (hh)
Selengkapnya.....

Kamis, 02 April 2009

PKNU Optimis Raup Suara 12 Juta Warga NU


JEMBER – Pimpinan Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) optimis dapat merebut suara sudikitnya 12 juta warga NU. Selain banyak didukung oleh jajaran tokoh penting yang duduk di struktur NU, para kiai dan masyayikh menjadi factor pendorong bagi kemenangan PKNU pada Pemilu 09 April mendatang.
Demikian diungkapkan Drs H Choirul Anam saat menghadiri Kampanye an Istighosah akbar PKNU di gedung Serba Guna Kaliwates Jember kemarin siang. "Basis yang kita pakai untuk pemilih memang dari kalangan nahdliyin, ada sekitar 12 juta suara yang bisa kita raup. Peluang meraup suara memang ada, dukungan tidak harus secara formalitas, tapi itu yang kita minta warga NU,"katanya.
Mantan ketua GP Ansor Jatim itu juga menyatakan, peluang mengalirnya suara warga Nahdliyin sudah banyak diketahui. Sejak PKNU didirikan oleh pada kiai sepuh yang juga tokoh NU, maka arah suara warga NU sudah bisa diketahui arahnya. “Semua tahu kalau PKNU didirikan oleh para kiai yang juga tokoh NU, jadi mau kemana lagi warga NU kalau tidak ikut kiai,”tandasnya Choirul Anam.
Soal target suara untuk Jawa Timur, Anam mematok sekitar 30 persen atau 30 kursi sebagai target maksimal. Target itu bukan sesuatu yang mustahil untuk didapat PKNU. Pasalnya, Jawa Timur merupakan kantong utama warga Nahdliyin. "Sedangkan untuk DPR RI kita targetkan 18 kursi," ujarnya.
Sedangkan untuk penjajakan koalisi, PKNU akan menggarapnya setelah pemilihan legislatif. "Setelah kita tahu persis kondisi dan kekuatan kita, baru koalisi. Soal capres masih belum ada, tapi koalisinya nantinya dengan siapa saja. Penentuannya setelah pileg," timpalnya. Menurutnya saat ini koalisi PKNU dengan 9 parpol tidak dalam kerangka mengusung capres Wiranto. Selainitu dengan adanya koalisi Golden Triangle yakni PDIP, Partai Golkar dan PPP, untuk PKNU tidak akan terpengaruh.
Acara yang dihadiri oleh para kiai dan massa PKNU se Kabupaten Jember itu cak Anam juga menyorot Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) ternyata masih amburadul. Setelah diteliti ternyata dalam DPT tersebut masih banyak ditemukan data ganda dan triple terutama pada NIK, nama dan tanggal lahir pemilih yang sama. "Saya sudah ketemu Ketua KPU, kita udah menawarkan solusi dengan memberikan DPT dan akan dicek. Ada rekomendasi untuk DPT yang didrop atau dicoret," ujarnya.
Meski demikian dia mengakui waktu untuk validasi sangat mepet. Padahal kesepakatan dengan 9 parpol sebelumnya pada 14 maret lalu sudah beres. "Saya kira validasi tidak bisa maksimal, namun bagaimana pemilu harus tetap berlangsung," katanya.
Kekacauan DPT itu, menurut cak Anam menjadi potensi kehilangan suara sangat banyak. "Perkiraannya untuk massa PKNU saja ya banyak, ada yang sampai 150 DPT yang tidak ada orangnya," terangnya.
Gelar kampanye di Jember kemarin dilakukan pada dua titik yaitu di Gedung Serba Guna Kaliwates dan kecamatan Silo. Acara yang dihadiri ribuan pendukung PKNU itu juga melakukan prosesi istighosah untuk keselamatan bangsa yang saat ini sedang prihatin akibat berbagai bencana termasuk tragedy Situ Gintung.
"Selain kampanye, kita juga lakukan istighosah untuk mendoakan saudara-saudara kita yang kena musibah Situ Gintung. Kita akan minta pada peserta untuk berbagi meringankan beban korban bencana disana," kata Idham Cholied. (hh)
Selengkapnya.....

Rabu, 11 Maret 2009

Kiai Sepakat Larang Sikap Golput


JEMBER – Puluhan kiai Jember mengeluarkan larangan bersikap Golput pada pemilu yang akan digelar bangsa Indonesia dalam waktu dekat. Tokoh agama yang dipimpin langsung KH Mansyur Sholeh Wuluhan Ambulu itu merasa perlu mengeluarkan faktwa untuk menyikapi seruan Golput akhir-akhir ini gencar dilakukan beberapa tokoh.
Hadir dalam Pertemuan itu, para kiai senior dan masyayih se kabupaten Jember. Selain KH Mansur Sholeh, Hadir juga KH Moch Hilmi, KH Ahmad Sahri, KH Ghozali, KH Anwar Anas, KH Ihsan Iskandar dan Habib Ahmad Bin Hasan Al Muhdlor Muktisari Jember. Hadir juga Sekjen PKNU H Idham Cholied dan Pengurus DPW PKNU Jatim Imam Ghozali Aro (Iga).
Mansyur Sholeh menilai, keikutsertaan masyarakat untuk menyukseskan Pemilu merupakan sesuatu yang bersifat wajib. Pasalnya, pemilu merupakan agenda nasional 5 tahunan yang sudah disepakati oleh seluruh komponen bangsa. “Maka mengamankan kesepakatan itu merupakan hal yang bersifat wajib. Apalagi didalam pemilu itu terdapat sebuah pilihan untuk memilih pimpinan yang akan menjadi penentu arah bangsa,”tandas Rois Syuriah PCNU Jember yang dipercaya menjadi juru bicara para kiai dan masyayih.
Forum yang digelar di Kediaman KH Anwar Abdul Aziz (PP Sunan Giri) Curah Lele Balung itu juga menyepakati bahwa keikut sertaan masyarakat secara aktif dalam pemilu sebagai bentuk bantuan kepada bangsa dan negara agar berjalan kondusif sesuai dengan harapan masyarakat kecil. Keberhasilan pelaksanaan pemilu akan menjadi penentu kondusif tidaknya perjalanan Bangsa dimasa mendatang.
Masyarakat diminta agar mengabaikan ajakan Golput yang dilakukan oleh para Tokoh. Siapapun tokohnya, ketika melakukan kampanye Golput, dengan dalih apapun tidak bisa dibenarkan. “Apalagi, kita semua tahu, ajakan untuk Golput itu muncul karena sebenarnya tokoh itu sudah merasa putus dengan gara-gara perjuangannya ternyata tidak berhasil,”terang mansyur Sholeh.
Lebih jauh, kiai sepuh Jember itu meminta agar komponen yang berkaitan langsung dengan penyelenggaraan pemilu agar bersikap jujur. “Para caleg yang sedang berlomba mencari simpati massa, KPU dan Panwas yang menjadi penyelenggara, jangan pernah melakukan tindakan tidak jujur dan melukai nilai demokrasi yang ingin kita bangun dengan pemilu. Jangan melukai hati rakyat dengan hal yang tidak mendidik,”tegasnya.
Lontaran senada juga disampaikan oleh KH Sahri. Tokoh masyarakat Ajung itu menegaskan pentingnya masyarakat untuk mensukseskan Pemilu 2009 mendatang. “Kita ingin semua berjalan sesuai harapan. Saya berharap semua yang terlibat di Pemilu agar berjalan sesuai dengan kapasitas masing-masing. Jangan justru melakukan pembusukan agar masyarakat menjadi anti para proses demokrasi,”katanya.(hh)
Selengkapnya.....

Minggu, 01 Februari 2009

Mengenal Lebih Dekat Sosok H Idham Cholied



Bertekad kawal Otonomi Sampai ke Tingkat Desa

Dipentas Politik Nasional, nama H Idham Cholied bukan sosok asing. Kiprah dan berbagai ide cerdas yang mengalir dari sosok kelahiran Wonosobo 5 Juni 1970 ini telah lama ikut aktif dalam memberikan warna dipergulatan politik nasional. Tak heran, jika para Ulama yang membidani kelahiran Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) pada 21 Nopember 2006 lalu telah menunjuknya sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjend) mendampingi Drs H Choirul Anam (Cak Anam) yang didaulat sebagai ketua Umum DPP PKNU.
Bagi Mas Idham, kepercayaan itu merupakan berkah yang didalamnya terdapat tantangan besar yang harus dihadapinya. Selama berkiprah di dunia politik, banyak sekali catatan problematik terkait persoalan masyarakat yang menjadi basis PKNU dan saat ini sedang diwakilinya untuk diperjuangkan. Selain itu, persoalan bangsa dibidang pemerintahan dan kemasyarakatan juga menjadi problem khusus yang harus segera ditangani.
“Tetapi amanat para kiai dan masyayikh ini tetap akan saya laksanakan sebaik-baiknya. Seluruh kekuatan internal diri saya dan PKNU akan saya gerakkan untuk mengawal kepentingan masyarakat yang menjadi basis PKNU maupun masyarakat Umum. Ini prinsip saya, PKNU harus bisa menjadi tauladan dengan nafas politik yang mencitrakan nilai keislaman,”ujar Drs H Idham Cholied memaparkan tekadnya.
Pria yang saat ini sebagai salah satu Caleg DPR-RI Dapil Jember Lumajang itu menegaskan, perjuangan PKNU nantinya akan difokuskan kepada perbaikan kehidupan masyarakat bawah. “Optimalisasi pemberlakuan Otonomi Daerah harus didorong sedemikian rupa agar sisi manfaatnya bisa tembus hingga ke Grass Root (tingkat Desa). Ini merupakan salah satu agenda penting kami yang harus diperjuangkan maksimal,”terang Mas Idham.
Semangat ini akan terus digelorakan Idham Cholied sampai berhasil. Komitment ini selalu ditegaskannya ketika bersilaturrahim dengan para kiai dan tokoh di berbagai desa yang disowaninya. Apalagi jika dirinya dipercaya untuk mewakili rakyat di parlemen nanti. Maka pengawalan dan dorongan agar otonomi bisa tembus diberlakukan sampai ke tingkat desa akan menjadi target yang harus diselesaikan.
Pemberlakuan Otonomi Daerah yang maksimal dan tembus sampai kepada pemerintahan Desa akan memberikan nilai lebih maksimal kepada masyarakat Desa. Sebab menurut Idham, obyek pembangunan paling penting dari era Otonomi Daerah adalah memberikan manfaat pembangunan sebesar-besarnya bagi masyarakat pedesaan.
Hal penting lain yang membuat pemberlakuan kebijakan Otonomi harus menyentuh desa adalah perbedaan karakter masyarakat desa yang relative berbeda satu sama lainnya. Kondisi itu menjadi salah satu penyebab proses dan pola pemenuhan kebutuhan masyarakat juga berbeda. “Di desa A memerlukan pengadaan saluran air, sedangkan di desa B memerlukan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Jika paket program yang dikucurkan dari atas harus dilakukan pada pemenuhan sarana pertanian, maka proses pembangunan dipedesaan menjadi efektif,” papar Alimni Universitas Darul Ulum Jombang itu menegaskan.
Pengalaman selama melakukan Road Show ke berbagai desa telah membuat mantan ketua DPRD Wonosobo itu memiliki kesimpulan, bahwa masing-masing desa sangat perlu diberikan kesempatan untuk merumuskan langkah setrategis untuk membangun sarana dan prasarana di desanya sendiri. Sehingga berbabagi program kerja yang dicanangkan oleh setiap desa di Indonesia tidak lagi ditentukan dari atas. “Pemerintahan diatas Pemerintahan Desa Cukup memberikan alokasi anggaran dan dana sebagaimana yang sudah dilaksanakan selama ini. Namun peruntukan dan penggunaannya diserahkan sepenuhnya kepada Desa,”gagas Idham.
Pemberlakuan Otonomi sampai ke tingkat desa itu sesungguhnya bukan hal yang sulit untuk dilakukan. Apalagi jika semangat yang menjadi dasarnya adalah percepatan pelaksanaan pembangunan yang berbasis kondisi lokal dan masyarakat desa. Pemerintahan kabupaten hingga ke pusat akan menjadi lebih ringan tugasnya. “Tinggal menjadi pengawas pelaksanaan program kerja dan menjadi fasilitator saja,”tandasnya.
Idham optimis gagasannya itu akan mendapat respon baik berbagai kalangan. Perubahan model ini harus segera dilakukan jika memang target pembangunan harus dicapai dalam waktu lebih cepat. Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat Desa saat ini sudah cukup mumpuni untuk diberikan hak dan peluang mengatur dan menentukan nasib. “Beri mereka kesempatan untuk mengatur dan menentukan peradapan sesuai dengan kebutuhan mereka sendiri. Ini adalah bentuk kearifan yang mendewasakan dan memandirikan,”pungkasnya.(Ahmad Hasan Halim)
Selengkapnya.....

Kamis, 01 Januari 2009

Mengintip Model Sosialisasi PKNU


Bersinergi Dari Caleg Pusat Hingga Daerah


Semakin pendeknya waktu pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu 2009) mendatang, mendesak Partai Politik (Parpol) peserta pemilu melakukan berbagai langkah untuk mensosialisasikan profil dan Caleg yang diusung sebagai perwakilan di Parlemen untuk periode 5 tahun mendatang. Tidak hanya partai baru yang melakukan tindakan itu, Parpol senior yang sudah berkali-kali ikut berlaga di Pemilupun ternyata juga melakukan tindakan serupa. Akhirnya, disepanjang jalan yang kita lewati, berbagai alat peraga pemilu dan berbagai partai yang tentu saja telah menghabiskan biaya besar itu senantiasa nampak dimata.
Sebagai parpol peserta pemilu yang masih baru, Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) juga gencar disosialisasikan kepada masyarakat umum. Tetapi model sosialisasi dari beberapa kali proses sosialisasi yang dilakukan, PKNU telah menyajikan model yang relative berbeda. Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, PKNU telah bergerak maksimal dengan menyentuh berbagai komponen masyarakat. mulai dari Pesantren, Madrasah Diniyah hingga kepada kalangan umum.
“Kita memang terus berupaya melakukan sosialisasi secara maksimal agar profil partai yang didirikan para ulama ini bisa dikenal lebih dekat dan lengkap oleh masyarakat terutama kalangan NU. Sebab basis yang akan menjadi kantong andalan PKNU adalah suara dari warga NU,”tutur Drs. H Idham Cholied, Sekretaris Jenderal DPP PKNU kepada Duta beberapa waktu lalu.
Tetapi, lanjut Cak Idham, kondisi partai yang masih baru dan belum memiliki dana yang cukup, membuat pihaknya harus memeras pikiran agar proses sosialisasi bisa berjalan efektif, murah dan tepat sasaran. Jika efektif, maka daya juang para kader PKNU untuk melakukan sosialisasi parpol akan menjadi lebih kuat.
Cak Idham telah mencoba berbagai formula pendekatan massa. “Sampai kemarin itu, kami yang bersinergi dengan para kader yang kebetulan juga menjadi calon legislative (Caleg) dengan Dapil sama yaitu Imam Ghozali Aro (IGA) untuk melakukan akfititas bersama berupa paket Kegiatan Jalan Jalan Santai (JJS) dan memberikan doorpirize sebagai perangsang. Disitulah saya menemukan model ideal untuk mensosialisasikan partai,”terangnya.
Keinginan untuk mengemas sosialisasi dengan model JJS itu, menurut Idham merupakan usulan dari para Pengurus Anak Cabang PKNU Kalisat Jember dan pengeurus Forum Silaturrahim Kader Ansor (Foska) Jember yang malah sanggup menjadi panitia pelaksana. Awalnya, Caleg DPR-RI merasa gamang untuk melakukan aktifitas yang dibarengkan dengan momentum menyambut tahun baru islam itu. Tetapi setelah berunding dengan Imam Ghozali Aro dan beberapa teman lainnya kegiatan itu disepakati.
“Terus terang, saya kaget dengan peserta yang mengikuti acara itu. Selain karena waktunya pendek, hanya 3 hari efektif, biaya yang diperlukanpun ternyata tidak banyak. Tetapi massa yang berkumpul dan mengikuti kegiatan sosialisasi ala PKNU Anak Cabang Kalisat Jember itu malah diikuti oleh sepuluh Ribu orang lebih. Luar biasa kan?,”papar Cak Idham.
Caleg DPR-RI Dapil Jember-Lumajang itu optimis, paket kegiatan yang menyerupai JJS itu akan menjadi model terbaik untuk sosialisasi profil Partai. Selain itu, para Caleg yang langsung turun akan menjadi ajang silaturrahim yang mantap antara caleg itu sendiri dengan konstituen dan calon konstituen. “Ini meruapakn model penggalangan massa terbuka yang sangat baik untuk mengembangkan sikap kebersamaan antar caleg dan antar caleg dengan masyarakat,”imbuh Cak Idham.
Keberhasilan kegiatan hasil sinergi antar caleg yaitu Idham Cholied (Caleg DPR-RI), Imam Ghozali Aro (Caleg DPRD Jatim), dan Lutfi Baihaqi (Caleg DPRD Jember) serta PAC PKNU Kalisat itu menjadi inspirasi baru untuk menjadikan model JJS sebagai salah satu bentuk sosialisasi PKNU di berbagai tempat lainnya. “Kita tinggal mencari Momentumnya, lalu kita garap sebagaimana yang telah dilakukan di PAC Kalisat Jember. Insyaallah akan menjadi kegiatan yang efektif, efisien, murah dan tepat sasaran,”ujarnya.(*)
Selengkapnya.....