Sabtu, 27 September 2008

Khofifah Sentuh Maskin dengan Sembako







JEMBER – Ratusan Massa mayoritas terdiri dari kalangan Perempuan kemarin berkumpul di kediaman H Saifullah Halim Desa Wringinagung Kecamatan Jombang – Jember untuk menerima paket sembako sebagai tali asih dari duet calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa – Mujiono. Meskipun tokoh perempuan yang mencalonkan diri sebagai Gubernur itu tidak bisa hadir ditengah masyarakat miskin yang sedang antri itu, tetapi sambutan mereka Nampak luar biasa terhadap Khofifah. Apalagi, bingkisan berisi sembako dan mie instan itu terbungkus tas mungil bergambar pasangan Kaji-manteb. “Sejak awal, saya suka dengan Khofifah, apalagi dapat ini, makin mantap,”ujar salah satu dari mereka sambil menunjukkan tas mungilnya.
Informasi dari panitia, sembako yang dibagikan kepada masyarakat miskin itu adalah paket khusus kepada masyarakat kurang mampu. “Cuma jumlahnya hanya 500 paket. Tetapi kami berharap ini menjadi salah satu bukti bahwa Khofifah adalah tokoh yang peduli kepada kaum Miskin,”kata Khusnatun, ketua panitia pembagian sembako disela acara pembagian.
Khusna menjelaskan, pembagian paket dari Khofifah yang dikelola pihaknya tidak hanya Sembako. Tetapi ada yang berupa kaos, Sarung dan Busana Muslim pria serta tali asih lainnya. Pembagian berbagai paket bingkisan lebaran itu menuurut Khusna tidak diberikan bersamaan dengan pembagian sembako. “Paket yang lain juga kami bagikan, tetapi tidak disini,”terangnya.
Pembagian paket lain itu dilakukan ditempat lain sesuai dengan peruntukan. “Misalnya, kami membagikan sarung kepada para guru ngaji. Khusus yang ini, kami mengantarkan ke rumah masing-masing. Tidak kami hadirkan kesini. Kalau disini, pasti akan ribet karena tidak imbang antara jumlah barang dengan permintaan,”tambah Khusna.
Pantauan Duta, pembagian paket bingkisan dari pasangan Kaji-Manteb kemarin berlangsung di beberapa tempat. Di Susun teko’an Tanggul Kulon juga berlangsung pembagian bingkisan lebaran berupa sarung Kaji-Manteb kepada masyarakat setempat. Sementara, di pasar Tanggul, juga dilakukan penyapaan terhadap kalangan para ibu dengan memberikan bingkisan tali asih. “Tukang becak juga kami beri kok. Selain sembako, kami juga berikan rokok dari pasangan Kaji Manteb,”ujar Khusna menjelaskan.
Lebih jauh Khusna menyatakan, pihaknya akan terus berusaha melakukan penggalangan massa untuk memberikan jalan lempang bagi pasangan Kaji agar perolehan suara pada Pilgub putaran II nanti bisa bertambah. Targetnya adalah kemenangan yang bisa mengantarkan Kaji menempati posisi Gubernur Jawa Timur periode 2008 – 2013 mendatang.
“Makanya, paket yang dikirimkan kepada kami tidak langsung kami berikan sekaligus kepada setiap penerima. Tetapi kami bagi agar cakupan massa yang tersentuh bisa semakin banyak. Alhamdulillah, masyarakat bisa menerima dengan penuh suka cita,”ungkap Khusna yang juga aktifis Fatayat NU Cabang kencong itu.(hh)
Selengkapnya.....

Selasa, 23 September 2008

maskimalkan Dukungan, Khofifah Sowan Mustasyar PBNU di Jember




Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kemarin (23/09) datang secara khusus ke Jember untuk sowan kepada Mustasyar dan sesupuh NU, KH Muchit Muzadi di kediamannya jalan Kalimatan. Ketua Umum Muslimat itu sengaja menemui kakak kandung Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi itu untuk meminta restu dan nasehat terkait pencalonannya sebagai Gubernur Jatim periode 2008-2013 mendatang.
Kepada Mbah Muchit, pasangan Mujiono itu membeberkan konsep pembangunan Jawa Timur ke depan jika dirinya ditakdirkan menjadi pemimpin Jatim. Menurutnya, pembangunan di Jawa Timur tidak bias sepenuhnya bersandar hanya pada APBD. Sebab selama ini APBD Jatim tidak bisa mencukupi kebutuhan. “Sementara, APBN untuk Jawa Timur hanya 0,5 persen saja. Jadi sangat tidak cukup,”ujarnya.
Wanita berjilbab itu menyatakan keyakinannya bahwa APBD Jawa Timur sesungguhnya bisa didapat sebanyak 15 kali lipat dari yang ada sekarang. Hanya saja, untuk mencapai kelipatan itu, diperlukan langkah setrategis dan negoisasi yang cukup.
Khofifah berjanji, jika dirinya dipercaya memimpin Jawa Timur akan berbuat maksimal terutama dalam memperkuat jaringan dan negosiator agar bisa mendapatkan kucuran APBN yang lebih proporsional untuk menggerakkan pembangunan di Jatim.
"Kalau melihat ritme pembangunan Jatim sekarang dengan proporsi APBD, maka diperlukan negoisasi lewat departemen. Nah, sekarang ini tidak ada yang kesana dan APBD bisa diujung tanduk," katanya.
Kedatangan Khofifah ke Jember menurut dia dilakukan langsung setelah melakukan kunjungan dari Surabaya , Bangil-Pasuruan untuk menemui dan menyapa masyarakat dan sejumlah tokoh berpengaruh. "Konsentrasi kita sekarang ini harus memaksimalkan dukungan dan penyapaan pada masyarakat secara spesifik," ujarnya.
Dalam pemilihan gubernur putaran kedua ini dia membeber ada tambahan dukungan sekitar lima partai politik yang sudah positif bergabung. "Soal saksi juga akan kita konsolidasikan lagi. Kalau pimpinan partai seperti Golkar, PDIP dan PKB smpai sekarang sudah memberikan lampu hijau," katanya.
Khofifah juga menyinggung persoalan internal KPUD Jatim yang menurutnya lebih ada perpanjangan masa jabatan dengan pertimbangan kinerja KPUD Jatim maupun daerah yang sangat berat.
Sedangkan Mbah Muchit Muzadi bersama isterinya menyambut hangat kedatangan Khofifah bersama sejumlah pengurus Muslimat NU tersebut. "Mulai muda, dia memang sudah sering ke sini. Pada saat masih jadi menteri, dia juga sudah pernah ke sini. Karwo pernah ke sini, Akbar Tanjung pernah, Ridwan Hisjam pernah, saya kedatangan tamu segala macam," kata Mbah Muchit.
Disinggung soal apakah akan memberikan restu atau tidak terhadap Khofifah, Mbach Muchit malah bertanya, "Alasan apa kalau tidak merestui ? Mugo-mugo jadilah," ujarnya.
Dia menambahkan, dua calon gubernur putaran kedua sudah jelas, yakni dari kader NU dan non-NU. Dingatkan bahwa ada kader NU yang jadi calon wagub yakni Saifullah Yusuf, Muchit menanggapi ringan, "Lomba gubernur dengan lomba wakil gubernur lain." Meski tanpa menyebut nama Gus Ipul, Mbah Muchit mengatakan, bahwa ada kader NU dari Ansor yang juga maju dalam pemilihan gubernur dan posisinya sebagai calon wakil gubernur.
Namun yang bersangkutan tidak pernah sowan kepadanya. "Nanti kalau saya doakan, malah doa saya ditolak, makanya saya nggak minta," katanya.
Dia juga berpesan agar berdoa, berikhtiar, dan bertawakal. Program hidup seseorang dirancang dalam doa, diupayakan melalui ikhtiar. "Kalau berhasil jangan sombong dan kalau gagal tidak frustasi," katanya. (hh)
Selengkapnya.....

Minggu, 21 September 2008

Sosialisasi Maksimal Untuk Tangkal Flu Burung




Pemerintah Kabupaten Jember juga sedang gencar melakukan sosialisasi bahaya Avian Influenza yang sangat berbahaya. Tindakan ini dilakukan menyusul warning dari WHO yang menyebut Indonesia menduduki peringkat tertinggi penyebaran penyakit yang lazim disebut Flu Burung itu.

Bentuk sosialisasi yang dilakukan adalah penyadaran kepada masyarakat tentang resiko besar dari penyakit yang disebabkan oleh wabah virus H5N1 itu. Selain sosialisasi dengan menggelar berbagai pertemuan, pemerintah juga melakukan inspeksi ke berbagai tempat penampungan ternak untuk menjamin kepastian sehat atau tidaknya.

“Sosialisasi dan koordinasi koordinasi tentang Avian Influenza dengan instansi terkait terus kami upayakan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat akan virus mematikan ini”, kata Diah Kuswardani, Kasi Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Jember, saat membuka Pertemuan Koordinasi dan Review Avian Influenza, di Aula Bakti Husada Dinas Kesehatan, akhir pekan lalu.

Sejauh ini, kata Diah, Dinas Kesehatan bersama Dinas Peternakan dan Perikanan telah melakukan monitoring unggas yang mati secara mendadak sejak tahun 2006 pada 16 kecamatan (16 desa/kelurahan) terhadap 253 ekor unggas. Tahun 2007 dilakukan monitoring terhadap 8 ekor unggas yang mati pada 17 kecamatan (17 desa/kelurahan) dan tahun 2008 monitoring dilakukan pada 205 ekor unggas yang mati mendadak pada 5 kecamatan (5 desa/kelurahan). “Namun, sampai bulan Desember nanti akan dilakukan koordinasi pada 9 kecamatan”, tambahnya.

Saat ini Dinas Kesehatan juga telah melatih perwakilan dari PMI sebanyak 25 orang, dari PP Muhammadiyah sebanyak 136 orang untuk dijadikan sebagai relawan dan sudah tersebar di 17 kecamatan guna mengamati kematian unggas. “Setelah itu mereka harus melaporkan pada Dinas Kesehatan atau Dinas Peternakan dan Perikanan untuk diteliti lebih lanjut”, kata Diah menegaskan.

Sementara itu, bertindak sebagai narasumber pada acara koordinasi tersebut Dr. Edy Nurtjahja, Sp.P menyampaikan bahwa Avian Influenza merupakan jenis penyakit baru yang masih dalam proses penyelidikan.

Pemerintah juga meminta kepada masyarakat untuk mengenali gejala -gejala infeksi virus itu. Misalnya, seseorang tiba-tiba mengalami demam tinggi hingga 38 derajat C atau lebih, sakit tenggorokan yang disertai batuk-pilek, sengaja atau tidak sengaja bersinggunga/tinggal di sekitar atau terkena kotoran/bangkai unggas, mengalami sesak nafas dan turunnya leukosit atau sel darah putih.

Bila di masyarakat ditemukan ada seseorang yang diduga terjangkit gejala-gejala tersebut, hendaknya di lakukan pemeriksaan pada rumah sakit yang merupakan rumah sakit rujukan. “Sebab ini adalah kebijakan nasional yang menunjuk rumah sakit tertentu sebagai rumah sakit rujukan penyakit Flu Burung, dan di Jember sendiri yang ditunjuk adalah RS. Dr. Soebandi”, ujar Diah menjelaskan.(hh)
Selengkapnya.....

Kamis, 18 September 2008

Sidak Mamin Jelang Lebaran, Masih Ditemukan Mamin Jamuran




JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember meminta kepada masyarakat agar berhati-hati dalam memilih makanan dan minuman (Mamin) yang biasa dibeli untuk lebaran. Himbauan ini menyusul hasil sidak Tim Pemantau (TKP2M) yang masih menemukan berbagai bahan yang tidak layak dikonsumsi dan cenderung berbahaya bagi kesehatan.
Tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, Bagian Kesra, Kantor Infokom, Polres Jember, Kantor Pariwisata, dan DInas Pendapatan Daerah (Dispenda) melakukan Inspeksi mendadak (Sidak) ke beberapa tempat. Titik yang dituju diantaranya beberapa supermarket dan Toserba yang berada dipusat kota.
Petugas langsung melakukan penyitaan terhadap barang dan bahan yang dipandang sudah kadaluwarsa dan tidak layak pakai. Pemilik tokopun langsung diberikan pemjelasan dan pemberitahuan agar tidak melakukan tindakan sama di masa mendatang. Pasalnya, stok yang dijual itu semestinya sudah tidak diedarkan lagi.
Menurut Jumarlis, Humas Dinas Kesehatan menyatakan, Sidak itu dilakukan untuk memberikan jaminan kepada masyarakat yang akan berbelanja menjelang lebaran. Pasalnya, selama ini selalu muncul kecenderungan masyarakat melakukan pembelian makanan dan minuman dalam jumlah banyak.
Meskipun Toserba sudah mempublikasikan menejement bagus tetapi faktanya masih ditemukan beberapa mamin yang tidak layak. “Bahkan pada saat melakukan operasi di toserba lainnya, petugas juga menemukan susu kaleng yang sudah karatan, “tandas Jumarlis.
Tim yang terbagi menjadi 2 kelompok ini selain menyita barang-barang yang tidak layak dikonsumsi masyarakat juga melakukan pendataan beberapa temuan itu. Oleh petugas, para pemilik toko tersebut diberikan pemberitahuan terkait temuan itu, sedangkan barang yang rusak di bawa oleh petugas untuk pemeriksaan lebih lanjut. "Operasi ini kita gelar dalam rangka menyambut Lebaran. Jika banyak beredar makanan tak layak, kan kasihan masyarakat," ujar Jumarlis, Humas Dinas Kesehatan Jember via telpon.
Diantara kejanggalan yang ditemui oleh tim gabungan berupa makanan dan minuman yang sudah rusak kemasan (penyot), kadaluwarsa, dan jamuran yang dianggap berbahaya untuk dikonsumsi oleh masyarakat. Selanjutnya makanan dan minuman yang tidak dilengkapi dengan masa berlakunya dibawa petugas untuk diperiksa lebih lanjut.
Makanan dan minuman yang disita itu di antaranya 12,5 kg kacang yang tidak berlabel, 13 kaleng susu dengan kemasan penyot, 36 makanan ringan kedaluwarsa, 21 bungkus makanan yang sudah jamuran dan beberapa makanan yang tidak dicantumkan batas akhir. “Makanan dan minuman kadaluwarsa tersebut kami sita dan untuk diperiksa lebih lanjut, apakah makan tersebut berbahaya bagi kesehatan, “ujarnya.
Terkait sidak mamin, Jumarlis mengatakan, operasi dilakukan untuk menghindari kerugian konsumen akibat mengonsumsi makanan dan minuman yang diperdagangkan secara bebas di pasaran. "Konsumsi masyarakat menjelang Lebaran lebih tinggi, sehingga kami melakukan sidak untuk menghindari kemungkinan konsumen dirugikan," katanya ketika dihubungi melalui telepon, Kamis (18/9) kemarin.
Sehingga kedepan diharapkan akan terwujud kualitas kesehatan makanan dan minuman serta kesadaran para pengusaha mamin akan arti pentingnya penyehatan mamin bagi usahanya. “Dan akhirnya konsumen akan terhindar dari keracunan mamin akibat rendahnya kualitas makanan yang dipasarkan, “pungkas Jumarlis. (hh)
Selengkapnya.....

Rabu, 17 September 2008

Cara Baru Mengamankan Potensi Perikanan Masayarakat


Berbagai kasus yang mengemuka dalam beberapa kurun disektor perikanan adalah cara penangkapan ikan yang membahayakan komunitas ikan itu sendiri. Penggunaan bahan peledak dan racun yang membahayakan sangat beresiko. Namun pilihan itu menjadi trend yang masyhur hingga saat ini, meskipun berbagai langkah larangan sudah dilakukan.
Kabupaten Jember yang juga memiliki potensi laut luar biasa, saat ini sedang mencari solusi paling ideal untuk menghentikan cara tidak beradab tersebut. Selain kampanye anti bahan peledak dan penggunaan racun, Pemerintah Kabupaten Jember saat ini sedang getol melakukan kampanye kepada masyarakat pinggiran pantai seperti Puger dan sekitarnya untuk lebih menggunakan Rumpon.
“Dengan menggunakan rumpon, kegiatan penangkapan ikan akan menjadi lebih efektif dan efisien, karena tidak lagi berburu ikan”, kata Ir. Mahfud Afandi selaku Kabid Produksi Perikanan pada Dinas Peternakan dan Perikanan Jember.
Rumpon, adalah salah satu jenis peralatan penangkapan ikan yang dipasang di laut dengan tujuan agar ikan bertumpuk dan terkonsentrasi. Alat itu dipandang paling aman karena tidak akan merusak komunitas ikan dan ekosistem laut yang semestinya memang dilindungi. Ikan-ikan kecil akan berkumpul disekitar rumpon karena terdapat lumut dan plankton yang menempel pada atraktor rumpon. Ikan-ikan kecil ini akan mengundang ikan-ikan yang lebih besar sebagai pemangsanya dan demikian seterusnya hingga ikan tuna juga berada disekitar rumpon laut dalam jarak tertentu.
Penggunaan rumpon, menurut Mahfud, hal itu telah diatur dalam SK Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 30 tahun 2004 tentang pemasangan dan penempatan rumpon. Jember sendiri, telah merintis penggunaan rumpon di kalangan nelayan sejak tahun 2002 lalu sebagai percontohan, namun baru sekitar tahun 2005 nelayan di Jember berani menggunakan rumpon dengan dana swadaya dengan membentuk kelompok nelayan yang terdiri dari 10 orang per kelompok. “Sebab, satu rumpon saja bisa menghabiskan dana sebesar Rp 60 Juta”, cetus Mahfud.(Ahmad Hasan Halim)
Selengkapnya.....

Jember Fashion Carnival (JFC)







Hasil kreatifitas anak bangsa, tampil menjadi ikon khas yang tidak dimiliki daerah lain, bahkan Dunia, Jember Fashion Carnival (JFC) hanya ada di Jember. Secara nyata, JFC telah mampu menjadi factor pengayaan Budaya Nasional dan Jember.
Di Setiap Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ), JFC selalu hadir menyajikan atraksi luar biasa dengan tema lengkap dan mendunia. Aksesori unik, semua terdiri dari bahan sederhana dan tak pernah dipikirkan orang lain sebelumnya, ternyata bisa disuguhkan dengan indah.
Silahkan saksikan sendiri atraksi menarik. Trend fashion dunia yang diikuti lebih dari 400 orang, memberikan kesan luar biasa bagi setiap mata yang memandang.
Tidak akan terlupakan……….


Selengkapnya.....