Sabtu, 31 Mei 2008


Khofifah Proyeksikan BLT Untuk Pembangunan Infrastruktur

JEMBER – Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang oleh Pemerintah dikucurkan sebagai kompensasi terhadap naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dinilai Khofifah Indar Parawansa tidak setrategis. Pasalnya, masyarakat miskin Indonesia dan Jawa Timur secara optimal harus diarahkan untuk lebih mandiri dan produktif.

Khofifah mengaku setuju BLT hanya diberikan kepada masyarakat miskin yang sudah berusia senja, tetapi bagi masyarakat miskin yang masih masuk kategori produktif sebaiknya dilakukan perlakuan khusus. “Sehingga bantuan pemerintah BLT tidak akan sia-sia. Harus ada pemetaan dan pembeda BLT itu diberikan tunai kepada siapa dan tidak tunai kepada siapa,”ujarnya, usai melakukan kunjungan langsung kepada para pedagang di Pasar Tanjung Jember kemarin pagi.

Calon Gubernur PPP dan 12 Parpol Non Parlemen itu menegaskan, nilai BLT secara Nasional sangat besar nilainya. Kompensasi tunai kepada maskin itu mencapai angka Rp 52 Trilyun. Nilai itu akan sangat berarti jika penggunaan dan distribusinya kepada maskin dirupakan dalam bentuk yang lebih setrategis dan bersifat jangka panjang.

“Saya yakin kalau masyarakat kita yang masih produktif diajak berembug untuk menerawang lebih jauh, pasti bisa. Sehingga BLT tidak dialirkan begitu saja tanpa perencanaan yang matang. Jangan hanya asal masuk kategori miskin lalu di beri BLT,”terangnya. Ketua Umum PP Muslimat NU itu menegaskan, jika dirinya dipercaya masyarakat dan berkesempatan menjadi Gubernur Jawa Timur di masa mendatang, maka dirinya akan melakukan pembangunan manusia lebih utuh lagi. BLT akan dikelola sesuai peruntukan yang lebih baik. “Bagi masyarakat miskin usia senja, mutlak harus diberi bantuan tunai, karena sudah tidak mungkin dipacu untuk produktif,”kata Khofifah.

Namun bagi yang usianya masih muda dan produktif harus diajak berpikir jangka panjang. “Misalnya disuatu daerah, sektor pertanian sangat dominan, maka dana BLT harus diarahkan untuk pembangunan infra setruktur pertanian, agar pengelolaan persawahan ke depan menjadi lebih baik dan mantap,”tembah pasangan Kaji-Mantep itu menjelaskan kiatnya. Dielukan Masyarakat

Kehadiran Khofifah ke Jember yang didampingi Ny Hasyim Muzadi, Ny Makkiyah As’ad, Nyai Fawaid As’ad, dan Nyai Nihayah Ahmad Sidhiq kemarin pagi benar-benar mendapatkan sambutan luar biasa. Sejak muncul pertama di kediaman Ny Nihayah Ahmad Sidhiq di PP Asri Talangsari Jember kemarin, Khofifah langsung disambut meriah masyarakat sekitar. Kesan bersahabat penuh kekerabatan semakin nampak saat calon Gubernur Jatim itu berkunjung di Pasar Tanjung. Hampir seluruh pemilik stand dipasar tradiosional yang didomasi kaum ibu itu berebut untuk bisa bersalaman dengan khofifah. “Bu Khofifah, semoga sukses dan menjadi Gubernur beneran,”ujar salah satu pemilik stand memeluk Kader NU tersebut.

Di Pasar Tanjung, Khofifah menyempatkan diri ngobrol dengan para pemilik toko. Perbincangan di seputar lonjakan harga pasca kenaikan BBM nampak menjadi topik utama yang ditanyakan oleh ibu-ibu. Sementara, Khofifah berjanji akan mencarikan torobosan untuk bisa mengatasi dampak kenaikan BBM itu secepatnya jika dirinya mendapatkan kepercayaan memimpin Jawa Timur.

Selain pasar Tanjung, Khofifah juga menyempatkan diri bertemu dengan kaum Muslimat NU yang menggelar istighosah di Halaman RS Munaparahita Jember. Meskipun tidak bisa lama, tetapi ratusan massa Muslimat yang hadir cukup puas dan terkesan dengan kehadiran Khofifah. “Salam saya kepada para Bapak yang di rumah agar tidak berpindah kelain hati,”ujar Khofifah disambut tepuk tangan hadirin.

Usai bertemu kaum ibu-ibu, Khofifah melanjutkan perjalanan ke acara Diklat dan LP-PPP (Team Pemenangan Kaji) untuk para PAC PPP se Kabupaten Jember. Sejam kemudian Khofifah mohon diri dan langsung bertemu ribuan Para Guru Ngaji yang sudah menunggu di PP Kasyiful Ulum Rowotamtu Jember. Selain para guru Ngaji, juga hadir memberikan dorongan dua kiai dan Tokoh PPP Tapal Kuda KH Fawaid As’ad (Situbondo) Dan KH Mochtar Busthomi (Jember).(hh)

0 komentar: